Warga Bogor Tak Terima Jadwal Kereta Dipangkas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengguna jasa kereta rel listrik asal Bogor harus bersiap mencari angkutan alternatif lain menuju Jakarta. Sebab, mulai pertengahan Oktober 2011, PT KAI berencana memangkas lebih dari 29 jadwal perjalanan KRL karena ada perbaikan sejumlah gardu listrik. Rencana ini mendapat tanggapan beragam dari warga Bogor. Sebagian tak terima, sebagian lain pasrah.

    "Jelas keberatan, saya rasa yang lain juga sama," ujar seorang pegawai bank swasta di Tanah Abang, Pandiyuda, 25 tahun, Rabu, 28 September 2011.

    Pandi mengaku tak punya alternatif angkutan lain menuju kantornya. "Bogor-Tanah Abang jauh kalau naik bus, harus berpindah-pindah. Saya juga enggak tahu rutenya," ujarnya.

    Dia menyarankan, jika harus memangkas jadwal, pangkaslah jadwal perjalanan pada siang hari, di luar jam berangkat dan pulang kerja. "Pagi dan sore jangan."

    Dewi Indah Ayu, 25 tahun, pegawai negeri di kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, juga mengaku keberatan dengan rencana pemangkasan jadwal KRL itu. Namun, ia mengaku pasrah. "Keberatan, tapi jika untuk yang lebih baik, tidak apa-apa," kata dia. Jika rencana perbaikan jadi terealisasi, Ayu punya dua alternatif. "Alternatifnya ngekos atau naik bus," kata dia.

    Jika harus naik bus, Ayu memprediksi waktu tempuhnya menuju kantor akan jauh lebih lama. "Bedanya mungkin sekitar setengah sampai satu jam," kata dia, yang mengaku belum tahu rute bus menuju kantornya.

    MARTHA THERTINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.