Banyak Pabrik Narkoba, Polisi Bogor Awasi Perumahan Vila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vila Alamanda di Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor. TEMPO/Ariehta Surbakti

    Vila Alamanda di Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor. TEMPO/Ariehta Surbakti

    TEMPO Interaktif, Bogor - Polisi di Bogor tak mau kecolongan lagi. Total setidaknya sudah empat kasus pabrik narkoba terungkap beroperasi di wilayahnya belakangan ini.

    Pabrik-pabrik itu seluruhnya bersembunyi di kawasan perumahan elite dan vila yang sepi seperti yang terungkap hari ini Jumat 30 September 2011 di Bojong Koneng, Babakan Madang. “Lokasinya memang di perumahan mewah yang masyarakatnya tertutup dan kawasan vila,” kata Kepala Satuan Narkotika dan Obat-obatan Polres Bogor, Ajun Komisaris Luki B. Irawan.

    Sebelum petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polres Bogor menggerebek pabrik sabu di Vila Alamanda di Bojong Koneng hari ini, petugas dari Badan Narkotika Nasional juga mengungkap pabrik serupa di Perumahan Sentul City, Cluster Golf Mediteranian, Jalan Pajajaran, tiga pekan lalu.

    Sebulan sebelumnya BNN juga mengerebek rumah di kawasan yang sama, terhalang hanya satu blok dari lokasi pertama. Di tempat ini, petugas menangkap seorang warga negara Korea dan menyita 250 ribu butir ekstasi.

    Di Vila Alamanda sendiri polisi menyita barang bukti sabu cair sebanyak lima liter, sabu kristal seberat 50 gram serta sejumlah bahan kimia dan alat untuk membuat sabu, termasuk epidrin (bahan baku utama sabu) berkualitas tinggi yang diimpor dari Jerman.

    “Dari beberapa pengungkapan kasus narkoba ini, kami akan mengoptimalkan peran serta masyarakat dan anggota Babin Kamtibmas,” kata Luki. Dia mengakui cara kerja kepolisian masih konvensional dan sulit jika harus mencari sendiri. “Butuh dukungan masyarakat.''

    Koordinator Keamanan Sentul City, Poerwanto, mengatakan di perumahan yang dijaganya banyak warga asing yang bekerja di sejumlah pabrik dan perusahaan. Pihaknya juga tidak mau kecolongan lagi. “Pasca penggerebekan rumah sabu, semua penghuni didata ulang baik warga tetap atau sementara,” katanya.

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.