Hari Pertama Pemangkasan Jadwal KRL, Stasiun Bogor Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para Penumpang memadati Kereta Api Listrik AC jurusan Jakarta-Bogor di Stasiun Cikini, Jakarta, Kamis (31/3). PT Kereta Api Indonesia membatalkan aturan single operation, yang mengharuskan seluruh rangkaian kereta Jabodetabek berhenti di setiap stasiun. TEMPO/Tony Hartawan

    Para Penumpang memadati Kereta Api Listrik AC jurusan Jakarta-Bogor di Stasiun Cikini, Jakarta, Kamis (31/3). PT Kereta Api Indonesia membatalkan aturan single operation, yang mengharuskan seluruh rangkaian kereta Jabodetabek berhenti di setiap stasiun. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Bogor - Stasiun Bogor relatif normal pada hari pertama pemberlakuan penundaan jadwal pemberangkatan, Rabu, 19 Oktober 2011. Tidak ada penumpukan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jurusan Jakarta-Bogor, termasuk jadwal perjalanan pagi.

    Menurut Kepala Stasiun Bogor, Rohman, selain banyak calon penumpang yang beralih ke moda angkutan lain, PT KAI telah mengantisipasi penumpukan dengan menyiapkan 15 unit bus yang di parkir di Jalan Kapten Muslihat, depan stasiun.

    "Hari pertama ini masih aman dan lancar. Tidak ada penumpukan. Penumpang terlayani. Kalau pun yang tidak terangkut, bisa menggunakan bus," jelas dia.

    Pantauan Tempo di Stasiun Bogor, sejak jadwal pemberangkatan pertama pukul 04.20 WIB, jumlah penumpang cenderung normal, kendati ada peningkatan. Demikian pula untuk pemberangkatan KRL pukul 05.40 yang dibatalkan, tidak membuat adanya penumpukan calon penumpang.

    Bahkan, kendati sudah disiapkan bus AC, banyak warga Bogor yang tetap memilih naik kereta. Alasannya, rute bus tidak mencapai tujuan mereka. Bus hanya melayani rute Bogor-Sudirman dan Bogor-Gambir.

    "Tarif bus Rp 10 ribu. Tapi jumlah penumpangnya tidak full. Bahkan, dari tiga yang sudah diberangkatkan, bus terakhir hanya ada 14 penumpang. Makanya, akan dievaluasi pengoperasian bus ini," kata Rohman.

    Sejumlah penumpang yang ditemui di Stasiun Bogor mengaku sudah tahu ada pemangkasan pemangkasan jadwal. Semula mereka mengira bakal terjadi penumpukan dan berdesak-desakan di dalam gerbong. Namun, para calon penumpang justru balik terkejut karena jumlah pengguna KRL relatif normal.

    "Padahal, saya siap untuk berdesak-desakan selama ada pembatalan jadwal ini. Tapi begini saja, seperti hari biasa, normal," ungkap Destiono, 32 tahun, karyawan sebuah perusahaan kontruksi.

    Ada pun Edi Ustoro, 45 tahun, warga Bubulak, Bogor Barat, mengaku enggan menggunakan bus yang dicadangkan PT. KAI. "Naik kereta lebih cepat. Apalagi, rute bus jauh ke kantor saya."

    Kendati situasi di Stasiun Bogor relatif aman, sebanyak 30 personil kepolisian dan 15 orang petugas keamanan PT KAI tetap disiagakan. "Kami kerja sama dengan Polsek Bogor Tengah," kata Kepala Stasiun Bogor.

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.