Kebakaran di Pegangsaan Renggut Nyawa Dua Bocah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kebakaran dua rumah di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, merenggut nyawa dua bocah. Mereka adalah Muhammad Arizal, 5 tahun, dan Inayah, 4 tahun. "Keduanya gosong," kata Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Nurudin Silalahi, Kamis, 20 Oktober 2011.

    Menurut Nurudin, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.35. Dua rumah berlantai dua yang terbakar itu diketahui milik Imam Syaudi dan tetangganya, yang belum diketahui namanya. Api berasal dari rumah semi permanen nomor 31 milik Imam, yang bekerja sebagai penjual bensin eceran.

    Imam dan tetangganya pagi itu keluar rumah. Mereka meninggalkan anak-anaknya yang sedang tidur. Imam berbelanja bensin. Pulang dari belanja, di garasi tempat Imam menyimpan bahan bakar mendadak mengeluarkan api. Ia pun berteriak-teriak meminta tolong.

    Namun api sulit dipadamkan karena di garasi banyak drum dan botol berisi bensin. Dalam waktu singkat api menjalar ke emperan hingga atap rumah nomor 29 milik tetangganya. Imam tak sanggup memadamkan api, hingga petugas pemadam datang beberapa menit kemudian. Khawatir api merembet ke perumahan lain, pemadam menerjunkan 13 unit mobil pemadam. Satu jam kemudian api baru bisa dipadamkan.

    Setelah api padam, petugas menemukan anak Imam tewas. Begitu juga di dalam rumah sebelahnya, petugas menemukan satu bocah lagi gosong. Hingga kini petugas belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran itu. "Tapi kemungkinan dari putung rokok."

    Selain menewaskan dua bocah, kebakaran juga menghanguskan rumah Imam dan tetangganya, tiga sepeda motor, dan satu mobil Xenia. Nurudin menaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Imam kini dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar di muka dan punggungnya," kata Nurudin.

    MUHAMMAD TAUFIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.