Aurora Tambunan, Wanita Tegar itu Telah Pergi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aurora Tambunan. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Aurora Tambunan. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Jajaran Pemerintah Provinsi DKI hari ini sedang berduka. Mantan Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan mantan None Jakarta, Aurora Tambunan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura pada Rabu 26 Oktober 2011, pukul 10.25 waktu Singapura atau pukul 9.25 waktu Jakarta. Perempuan yang  akrab dipanggil Lola ini menghembuskan nafas terakhir pada usia 58 tahun.

    Pada  1978 dokter pernah menyatakan Lola terserang kanker.  Meski bertahun-tahun penyakit itu bersarang di tubuhnya, namun Lola tetap beraktifitas seperti orang normal. Belakangan kanker kembali membuat ulah dan merengut nyawa wanita bertubuh tinggi itu.

    Di mata Wakil Gubernur DKI Jakarta  Prijanto, Lola adalah sosok  perempuan yang berkarakter dengan kemampuan akademis dan keterampilan kerja yang tinggi. “Saya tahu persis gerak Lola saat masih menjadi pegawai negeri," katanya. "Meski perempuan, dia memiliki ketangguhan seperti lelaki.”

    Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Fadjar Panjaitan mengatakan, Lola adalah perempuan tangguh dan pintar. Tidak heran jika dia bisa sampai mencapai posisi eselon IA di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. "Beliau mudah bergaul, supel. Sikap inilah yang membuat seluruh kawan di Pemprov DKI merasa kehilangan," kata Fadjar.

    Perempuan yang terakhir menjabat sebagai Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sejak Agustus 2010 ini pernah merasakan karir panjang di Pemerintah Provinsi DKI. Dinas Tata Kota Pemda DKI Jakarta menjadi awal kiprahnya di pemerintahan pada 1978. Kepala Subbag Permukiman Biro Kependudukan dan Lingkungan Hidup (BKLH)-sekarang BPLHD-dipercayakan kepada wanita berdarah Batak tapi doyan lalapan khas sunda ini. Kepala Seksi Sumber Alam dan Lingkungan Hidup Bappeda Pemprop DKI Jakarta juga pernah dijabatnya.

    Lola pun menyelesaikan studi Masternya di Universitas Indonesia dengan tesis Ilmu Lingkungan. Kemudian menjabat sebagai Bappekodya Jakarta Pusat, Kepala Biro Kerjasama Antar Kota dan Daerah (Kakda), dan Wakil Kepala Bappeda juga pernah dijabatnya. Hingga pada 2002-2007, Aurora dipercayakan sebagai Kepala Dinas Pariwisata. Dan kemudian diteruskan menjadi Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata sebelum ditarik ke Kementerian.

    Dilahirkan di Jakarta pada tahun 1953, Aurora Tambunan menghabiskan masa kecil dan remaja di berbagai kota dan negara. Itu tak lain karena tugas pendidikan ayahnya kerap berpindah-pindah, bahkan hingga ke Negeri Paman Sam, New York.

    Anak sulung dari dua bersaudara pasangan BKJ Tambunan dan VAB Mangunsong ini, menamatkan pendidikan dasar di Bandung pada 1964. Saat kelas satu dan dua, wanita yang dari kecil manja sama ayahnya ini sempat merasakan pendidikan dasar di Ithaca, New York, Amerika Serikat.

    Tidak berapa lama, keluarganya kembali pulang ke Bandung. Masa pendidikan dasarnya kemudian diteruskan di kota Kembang. Begitu juga dengan SMP dan SMA.  Prestasi di sekolahnya menonjol. Terutama dalam pelajaran bahasa Inggris yang  sealu mendapat dinilai 9 atau 10.

    Perempuan yang memiliki hobi menari Salsa, penyuka lalapan ala Sunda dan Cokelat ini menamatkan Sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB) di Fakultas Ilmu Planologi. Dia aktif aktif dalam Dewan Mahasiswa (Dema) dan memiliki  banyak kawan.

    Sepuluh hari stelah meraih gelar sarjana, ia menerima pinangan  Saut Hutauruk, kakak kelasnya di kampus.  Lola menjadi warga Ibu Kota untuk mengikuti suami yang mendapat tugas di Jakarta.  Dari pernikahan itu, pasangan ini dikaruniai tiga  anak yaitu Tona, Kamala, dan Jepta.

    ARYANI KRISTANTI
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.