Sampah Ciliwung Terkumpul 48.650 Kilogram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemulung sedang mencari barang bekas di atas tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Ciliwung, Jl Kalibata, Jakarta, Kamis (18/2). Kurang tertibnya warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, salah satu penyebab banjir di Jakarta. TEMPO/Subekti

    Pemulung sedang mencari barang bekas di atas tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Ciliwung, Jl Kalibata, Jakarta, Kamis (18/2). Kurang tertibnya warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, salah satu penyebab banjir di Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Bogor - Lomba Mulung Sampah yang diikuti hampir 1.000 warga Kota Bogor berhasil mengumpulkan 48.650 kilogram sampah dari aliran Sungai Ciliwung pada Sabtu pagi, 29 Oktober 2011.

    Warga dari 11 kelurahan yang tinggal di bantaran sungai ini berlomba memungut dan membersihkan berbagai kotoran di aliran sungai yang bermuara di Jakarta ini. Para ibu dan bapak beradu cepat memasukkan sampah ke dalam karung berukuran 25 kilogram.

    "Dalam lomba kali ini, total sampah yang diperoleh mencapai 1.946 karung. Paling tidak, kegiatan ini mengurangi volume sampah di Ciliwung," ungkap Een Irawan Putera, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung Tahun 2011, kepada Tempo.

    Menurut pentolan Komunitas Peduli Ciliwung ini, lomba itu memperebutkan piala bergilir Wali Kota Bogor dan uang tunai Rp 5 juta bagi pemenang pertama. Sedangkan urutan kedua mendapat Rp 3 juta dan piala. Peringkat ketiga diberi trofi dan uang Rp 2 juta.

    Een mengatakan, yang paling penting dari lomba itu adalah menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. "Sekarang mereka melihat langsung betapa banyak sampah di sungai jika sembarangan membuangnya.''

    ARIHTA U SURBAKTI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.