Transjakarta Hantam Pejalan Kaki di Jalan Otista  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar berangkat menyebrang jalan di jalur busway di kawasan Mampang, Jakarta, (9/1). Hal ini membuktikan bahwa kesadaran warga akan ketertiban lalu lintas masih sangat kurang. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah pelajar berangkat menyebrang jalan di jalur busway di kawasan Mampang, Jakarta, (9/1). Hal ini membuktikan bahwa kesadaran warga akan ketertiban lalu lintas masih sangat kurang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bus Transjakarta kembali menabrak pejalan kaki. Kali ini korbannya adalah Rian, 16 tahun. Ia menderita luka parah di dada setelah diseruduk bemper depan Transjakarta B 7036 IX di Jalan Otista, Jakarta Timur, pukul 08.00 WIB, pagi ini.

    "Lokasi tepatnya di samping halte Tanjung Lengkong," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Sudarsono, saat dihubungi, Selasa, 1 November 2011.

    Menurutnya, segera setelah kecelakaan, Rian dilarikan ke Klinik Akira yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Berdasarkan laporan anggotanya di lokasi kejadian, Rian masih sadarkan diri saat ditabrak. "Tapi ia mengeluh sakit di dada. Rian kini dirujuk ke Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, " katanya.

    Sudarsono mengatakan, Transjakarta jurusan Kampung Rambutan-Kampung Melayu koridor VII ini melaju dengan kecepatan tinggi. Saat kecelakaan, bus mengarah ke Kampung Melayu. Sementara korban hendak menyeberang dari arah barat ke timur.

    Korban, yang merupakan warga RT 05 RW 06, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur ini, tidak menyadari Transjakarta meluncur. Rian, yang berperawakan sedang, tidak sempat menghindar sehingga tertabrak. Bus pun langsung berhenti dan tidak ada pengrusakan oleh warga.

    Menurut Sudarsono, sopir dan bus telah dibawa ke Pancoran untuk diperiksa bagian Laka Lantas Polda Metro Jaya. Sementara Rian masih dirawat intensif. Keluarga dan kerabatnya juga mulai berdatangan ke Rumah Sakit Premier Jatinegara untuk menjenguk.

    HERU TRIYONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.