Ibu dan Anak Tewas Terseret Banjir di Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas sedang mengawasi sampah yang menyumbat di pintu air Cililitan, Jakarta (11/02). Banjir kiriman dari Bogor yang terjadi kemarin telah menggenagi kawasan Cililitan hingga setinggi 1 meter. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Seorang petugas sedang mengawasi sampah yang menyumbat di pintu air Cililitan, Jakarta (11/02). Banjir kiriman dari Bogor yang terjadi kemarin telah menggenagi kawasan Cililitan hingga setinggi 1 meter. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Bogor - Tim SAR Tagana Kabupaten Bogor dan Kepolisian Sektor Leuwiliang masih berusaha mencari jenazah Encin, 50 tahun, warga RT 06, RW 03, Kampung Sawah Baru, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Bogor. Korban bersama putrinya, Nyai, 19 tahun, tewas terseret banjir bandang Sungai Cikaniki pada Rabu petang, 2 November 2011.

    "Anggota kami dan Tim SAR dibantu warga masih mencari satu korban lagi," kata Kepala Polsek Leuwiliang, Komisaris Djumangin, Kamis pagi, 3 November 2011.

    Menurut dia, ibu dan anak itu hanyut saat sedang mencuci pakaian serta peralatan rumah tangga di pinggiran sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Tanpa disadari korban, pada pukul 14.30 WIB, tiba-tiba datang banjir bandang yang langsung menyeret Encin. Melihat kejadian itu, Nyai berusaha menolong ibunya. Tapi upayanya sia-sia karena arus Cikaniki saat itu demikian ganas. Akhirnya, ibu tujuh anak ini hanyut bersama Nyai, putri kelimanya.

    "Nyai ditemukan sekitar satu jam kemudian di Leuwi Golok yang berjarak sekitar 1 kilometer dari TKP," ujar Djumangin.

    Upaya pencarian jenazah Encin terpaksa dihentikan pada Rabu pukul 20.30 WIB karena cuaca buruk dan arus Cikaniki masih besar. "Sejak tadi pagi tim sudah bergerak lagi melakukan pencarian," ungkap Ketua Tagana, Suhandri.

    ARIHTA U SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.