Operasi Bayi Kembar Siam Arini-Aini Terkendala Biaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta- Bayi kembar siam Arini Cipta Negara dan Aini Cipta Negara masih menginap di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Mereka belum dapat pulang ke rumah karena terkendala biaya operasi pemisahan bayi mungil itu.


    Orang tua bayi, Mira Betharia, 28 tahun, mengatakan melahirkan Arini dan Aini pada 21 Oktober lalu pada pukul 9.35 melalui operasi caesar. "Waktu melahirkan pakai Jampersal (Jaminan Persalinan)," kata Mira. Bobotnya 2,2 kilogram dengan panjang 45 cm.




    Eric Vian Ranau, 30 tahun, suami Mira mengatakan belum ada penawaran jaminan kesehatan dari rumah sakit untuk melunasi biaya administrasi pemulangan putrinya. "Nah itulah, belum ada. Belum bisa pulang kalau hitam di atas putihnya belum beres," kata buruh pengrajin sepatu ini.



    Pria asal Kurai Taji, Pariaman, Padang, Sumatera Barat ini mengatakan anaknya baru bisa dioperasi setelah berusia enam bulan hingga satu tahun. "Kata dokter biayanya ratusan juta," katanya yang merantau ke Jakarta sejak 1998 ini. Meski begitu, ia mengaku mendapat pelayanan yang baik dari RSCM.



    Penghasilannya per bulan hanya Rp 400 ribu. Ia pun mengaku belum mampu untuk membiayai untuk perawatan anaknya. Eric yang lulusan SMP menikah dengan Mira, tamatan SMA, lima tahun lalu. Anak pertama mereka, Alif Ramadhan, kini berusia 2 tahun 2 bulan.

    Kini, Eric berharap dukungan moril dan finansial dari masyarakat. "Bukannya mau menunjukkan penderitaan saya, tapi begitu keadaannya. Semoga ada dermawan yang mau membantu," harap dia. Eric menyodorkan nomor rekening bagi pihak manapun yang berniat membantu di rekening BRI 3250-01-013680-53-8.


    Menurut Eric pun, saat mengandung, Mira rutin memeriksakan janinnya ke dokter. "Baru tahu kembar dempet itu pas periksa umur 8 bulan," ceritanya. Eric mengaku telah pasrah dengan kondisi putrinya. "Sudah takdir," kata dia tersenyum.



    Sementara itu pihak RSCM belum dapat dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan. Budi, salah seorang staf humas menyatakan rumah sakit segera memberikan informasi setelah ada kebijakan dari tim dokter yang menangani Aini dan Arini.

    Sambil menunggu perkembangan bayi, sementara tak ada konferensi pers. Masih nunggu dokter Bambang Supriyatno sebagai ketua tim yang menangani, ujar Budi.

    Ia mengaku saat ini kedua bayi kembar siam ini dalam keadaan sehat, Budi juga engan komentar ketika ditanya apakah biaya operasi pemisahan akan ditangung rumah sakit atau orang tua bayi.




    ATMI PERTIWI | EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.