Kenang Raafi, Pangudi Luhur Kerek Bendera Setengah Tiang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raafi Aga Winasya. Foto: Facebook

    Raafi Aga Winasya. Foto: Facebook

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur memasang bendera setengah tiang untuk mengenang siswanya, Raafi Aga Winasya Benjamin, 17 tahun. Raafi tewas usai ditusuk orang tidak dikenal di Shy Rooftop, lantai 5 Kemang Pavilion, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

    "Hal itu kami lakukan untuk mengenang almarhum. Kemungkinan akan sampai Rabu. Sebelumnya pagi tadi kami juga menggelar doa bersama," kata Heri Prasetya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, di Sekolah Pangudi Luhur, Senin, 7 November 2011.

    Menurut Heri, yang juga pernah mengajar mata pelajaran fisika kepada Raafi, Raafi atau Bolpan (panggilan oleh teman-teman) dikenal sebagai siswa yang berkepribadian baik, aktif dalam ekstrakurikuler dan pintar dalam bidang akademik. "Rambutnya gondrong. Kalau di sini gondrong, berarti nilainya di atas rata-rata. Ia anak yang pintar," kata Heri lagi.

    Heri enggan memastikan acara di Shy Rooftop terkait acara tertentu. "Jika ada yang bilang itu acara ulang tahun, saya tidak bisa memastikan karena kami tak melakukan investigasi mengenai itu," ujarnya. "Kami sudah serahkan kepada polisi. Lagi pula kejadian berlangsung dalam waktu pengawasan orang tua."

    Ia juga menyangkal Raafi memiliki musuh, sehingga menimbulkan dendam lama. "Setahu saya, ia tidak pernah berkelahi," kata Heri lagi.

    Sementara itu, keluarga Raafi enggan memberi keterangan kepada wartawan. Saat ditemui di rumah duka, Jalan Kemang Timur Raya Nomor 69 E, tidak ada pihak keluarga yang bersedia memberikan keterangan. Hanya seorang tukang kebun menemui Tempo saat mengunjungi rumah berpagar cokelat itu.

    "Ibu berpesan, hari ini tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan atau pihak lain yang datang," kata tukang kebun itu di balik pagar setinggi dua meter.

    Kepolisian Resor Jakarta Selatan hari ini juga melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Shy Rooftop, Lantai 5 Kemang Pavilion. Sejumlah polisi terlihat masih mengumpulkan keterangan dan menemukan barang bukti yang tersisa. Namun polisi tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang menunggu. Garis polisi juga masih terpasang di lantai 5, lokasi bekas penusukan.

    Petugas keamanan Kemang Pavilion sendiri enggan memberikan keterangan. Penyelidikan kasus itu, menurut petugas keamanan, sudah diserahkan kepada polisi. "Jadi lebih baik tanya polisi saja. Instruksi yang diberikan manajemen Shy Rooftop seperti itu," kata Supriadi, petugas keamanan.

    Sebelumnya Raafi ditusuk orang tidak dikenal di Shy Rooftop, Jalan Kemang Raya Nomor 45, Sabtu dini hari, 5 November 2011. Meski upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Siaga Raya, Pasar Minggu, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.