Jemaat GKI Yasmin Minta Perlindungan PBNU

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah GKI  Yasmin melakukan ibadah kebaktian Minggu di pinggir jalan dengan dijaga ketat aparat Satpol PP di Jalan Raya Yasmin Bogor, Minggu (2/10). TEMPO/ Arie Basuki

    Jemaah GKI Yasmin melakukan ibadah kebaktian Minggu di pinggir jalan dengan dijaga ketat aparat Satpol PP di Jalan Raya Yasmin Bogor, Minggu (2/10). TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Jemaat GKI Yasmin Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 15 November 2011, meminta perlindungan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama karena dilarang beribadah. Apalagi Wali Kota Bogor menyegel tempat ibadahnya. "Kami datang meminta perlindungan PBNU karena kami sudah merasa tidak nyaman beribadah," kata juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, saat bertemu dengan Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

    GKI Yasmin tidak bisa melakukan ibadah seperti biasa. Gereja mereka disegel oleh Wali Kota Bogor karena dinilai melanggar aturan. Bona membeberkan kesulitan mereka dan gangguan yang selalu diterima jemaat GKI Yasmin saat melakukan ibadah pada setiap hari Ahad. "Kami selalu diintimidasi dan diteror saat beribadah setiap hari Ahad oleh kelompok-kelompok tertentu," katanya.

    Menurut dia, jemaat GKI Yasmin yang melakukan ibadah selalu diusir seperti binatang oleh kelompok tertentu maupun Satuan Polisi Pamong Praja Bogor. Padahal Mahkamah Agung (MA) memenangkan GKI Yasmin mengenai izin mendirikan bangunan gereja itu.

    Dia menilai penolakan Wali Kota Bogor dalam menjalankan putusan MA merupakan pembangkangan hukum. "Kami minta agar Wali Kota Bogor diproses sesuai hukum yang berlaku karena kami juga sudah adukan Wali Kota ke polisi," katanya.

    Ketua Umum PBNU Said Aqil menyatakan prihatin, peduli, dan ingin mencari solusi kasus yang menimpa jemaat GKI Yasmin. Ia merasa heran karena penyegelan tempat ibadah itu justru dilakukan oleh seorang Wali Kota, apalagi menolak putusan MA, sebuah lembaga tinggi negara. "Kalau dilakukan ustad atau kelompok tertentu, cukup masuk akal, tapi justru dilakukan wali kota. Saya heran," katanya.

    Said berjanji akan membicarakan masalah ini dengan berbagai pihak, seperti kepolisian, tokoh-tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk menyelesaikan masalah ini. "Saya akan bicarakan dengan Kapolri dan Presiden soal ini," katanya.

    Pada prinsipnya, tambah Said, sikap PBNU, siapa pun harus taat kepada hukum, termasuk pejabat negara. Karena itu, PBNU akan membantu mencari solusinya. "Saya akan lakukan sebisa mungkin untuk selesaikan masalah ini," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.