Festival Wisata Jatinegara Digelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tabuhan rebana Wali Kota Jakarta Timur, Murdhani, menandai pembukaan Festival Wisata Jatinegara, Sabtu pagi, 19 November 2011. Kegiatan pariwisata yang akan dipusatkan di Jakarta Gems Center (JGC) Rawa Bening, Jatinegara, ini digelar hingga Ahad, 20 November 2011.

    Kesenian Betawi beserta kesenian tradisional Nusantara lain seperti Barongsai dan Reog Ponorogo turut mewarnai festival ini. Ada juga bazar produk kerajinan tangan dari Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP), Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan, serta Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur.

    Wali Kota Jakarta Timur, Murdhani, mengatakan tujuan festival ini untuk memperkenalkan JGC pada dunia internasional. Pihaknya sengaja mengambil momentum SEA Games XXVI agar menarik turis mancanegara untuk berkunjung. "Festival harus dikelola profesional agar berdaya tarik bagi wisatawan asing," katanya usai upacara pembukaan.

    Festival ini, menurut dia, akan memperkenalkan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang ada di Jatinegara, seperti bangunan Stasiun Kereta Api Jatinegara, eks Makodim 0505 Jakarta Timur, Gereja Koinonia, dan Pasar Tradisional Jatinegara.

    Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Timur, Kris Irawan, mengatakan Festival Wisata Jatinegara rutin digelar setiap tahun sejak 2010. Pihaknya bersama asosiasi perajin mengimbau kepada travel biro agar lokasi ini dijadikan titik kunjungan wisatawan.

    "Jakarta Gems Center Rawa Bening ini salah satu pasar tematik. Semoga dapat menjadi destinasi wisata belanja di Jakarta Timur," kata Kris Irawan di kesempatan yang sama.

    Pasar JGC Rawa Bening beralamat di Jalan Bekasi Barat Raya 2, Jatinegara, Jakarta Timur, tepatnya di seberang Stasiun Jatinegara. Pasar yang direhabilitasi terakhir pada 2007 ini sudah berusia 25 tahun dengan 4 lantai. Di dalamnya terdapat 1.360 tempat usaha dengan jumlah pedagang 700 orang.

    Yang paling populer dari pasar ini adalah kerajinan batu aji, batu asah, emas, perak, keris, berlian, mutiara, dan benda pusaka. Selain itu beberapa pedagang menjual ikan hias, kuliner, obat-obatan, dan peralatan medis.

    HERU TRIYONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.