Bantaran Kali di Cikarang Ditanami Seribu Pohon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Andry Prasetyo

    Tempo/Andry Prasetyo

    TEMPO Interaktif, Bekasi - Bantaran kali di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditanami 1.000 pohon untuk penghijauan, Rabu, 23 November 2011.

    Penanaman pohon, tepatnya di bantaran kali dekat Perumahan Acacia Garden Lippo Cikarang. Jenis pohon yang ditanam adalah jati, mahoni, dan pohon trembesi.

    "Tanaman ini cocok untuk daerah tanah liat dengan udara kering dan panas," kata Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Meow Chong Loh kepada wartawan seusai acara penanaman pohon.

    Penyebaran pohon di bantaran Kali Cikarang yang kondisinya gersang dilakukan atas kerja sama Lippo Cikarang, Hotel InterContinental, dan Yayasan Tanam Pohon Indonesia guna melindungi kawasan Cikarang yang dipenuhi industri agar tetap sehat.

    General Manager InterContinental Jakarta MidPlaza Ian Mckie mengatakan, gerakan tanam pohon ini pertama kali mereka lakukan. "Selanjutnya akan kami lakukan setiap tahun sekali," katanya.

    InterContinental akan menyediakan anggaran untuk menanam pohon setiap tahunnya dan gerakan penghijauan akan dilaksanakan dengan mengelilingi beberapa daerah di Indonesia. "Itu komitmen kami ke depan," kata Ian tanpa menyebutkan alokasi anggaran tanam pohon.

    Hotel InterContinental, menurut Ian, mulai saat ini ingin terlibat dalam isu-isu lingkungan dan sosial yang saling berkaitan dengan daerah tujuan wisata. Tidak hanya sebatas menanam pohon, tetapi selanjutnya memelihara pohon yang telah ditanam itu sampai tumbuh besar.

    Sementara Yayasan Tanam Pohon Indonesia adalah sebuah organisasi nonprofit yang berdiri pada 2007 lalu guna merespons dampak dari penebangan liar di Indonesia. Misi yayasan ini adalah mengambil tindakan positif untuk melawan perubahan iklim serta mendidik anak-anak menanam pohon sejak dini.

    HAMLUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.