Kerugian Kecelakaan 2011 Rp 13 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi lalu lintas  menindak pengendara motor yang melintas di jalur bus way saat Operasi Zebra 2009 di JL. Kramat Raya, Jakarta, Senin (10/8). Foto: TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah polisi lalu lintas menindak pengendara motor yang melintas di jalur bus way saat Operasi Zebra 2009 di JL. Kramat Raya, Jakarta, Senin (10/8). Foto: TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas selama Januari-Oktober 2011 sebesar Rp 13 miliar. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas pada 2010 sebesar Rp 17 miliar.

    Namun kerugian materiil akibat kecelakaan pada 2011 masih lebih besar dibanding 2009 sebesar Rp 11 miliar. “Mudah-mudahan Operasi Zebra yang digelar akhir tahun ini bisa menekan kecelakaan lalu lintas dan kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas secara khusus,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Selasa, 29 November 2011.

    Dwi Sigit enggan menyebutkan target penurunan kecelakaan yang ingin dicapai Operasi Zebra tahun ini. “Kami akan menekan kecelakaan semaksimal mungkin. Berapa persen penurunan, kami tidak bisa memastikan.”

    Operasi Zebra tahun ini memfokuskan pelaksanaan operasi di 140 titik fokus pelanggaran lalu lintas, 85 titik fokus kecelakaan, dan 97 titik fokus macet.

    Dalam pelaksanaan operasi hari pertama, Senin, 28 November 2011, polisi menindak 3.793 pelanggaran, dengan 1.493 barang bukti Surat Izin Mengemudi (SMI) dan 2.232 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Tidak ada korban jiwa, tapi dari dua kecelakaan lalu lintas yang terjadi kemarin, kerugian materiil tercatat sebanyak Rp 5 juta.”

    Operasi Zebra akan digelar selama dua minggu, 28 November hingga 11 Desember 2011. Operasi akan difokuskan untuk menertibkan pengendara dalam berlalu lintas.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.