Akibat Ricuh BB, Presiden RIM Indonesia Kena Cekal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean untuk membeli BlackBerry Bold 9790 atau BlackBerry  Bellagio di Pacific Place, Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Antrean untuk membeli BlackBerry Bold 9790 atau BlackBerry Bellagio di Pacific Place, Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepolisian Resor Jakarta Selatan mengajukan pencegahan ke luar negeri atas dua warga negara asing yang menjadi tersangka dalam kasus kericuhan penjualan BlackBerry murah di Mal Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, pada 25 November 2011

    Dua warga negara asing yang dicekal adalah CAS, Presiden Direktur Research In Motion (RIM) untuk Indonesia, berasal dari Kanada, dan TWB, konsultan keamanan yang disewa RIM, warga negara Inggris.

    "Mereka kami cekal sejak pekan lalu. Mereka adalah dua orang yang menyuruh orang-orang tanpa gelang antrean untuk masuk (ke dalam mal)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, Senin 5 Desember 2011. Namun, saat ditanyai soal motif kedua pria asing itu menyuruh masuk orang tanpa gelang antrean, Budi belum bisa memastikan.

    Penyidik, kata Budi, masih mendalami detail kejadian, sehingga belum bisa menjelaskan lebih terperinci. "Kami masih mengembangkan kenapa mereka sampai menjual melayani di luar target mereka sebelumnya." Awalnya, RIM hanya menjual sekitar 1.000 unit BlackBerry Bellagio, tapi calon konsumen yang datang hingga 3.000 orang.

    Pencegahan ke luar negeri dilakukan agar pemeriksaan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan bisa berjalan baik lantaran keduanya tidak ditahan. TWB dan CAS hanya dikenai wajib lapor.

    Selain dua warga negara asing itu, polisi telah menetapkan dua tersangka lain, yaitu MCB, manajer keamanan Mal Pacific Place, dan EA, penyelenggara acara penjualan BlackBerry dengan diskon itu. Keempat tersangka dikenai Pasal 360 KUHP tentang kealpaan yang menyebabkan orang lain terluka dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

    Mereka dinilai lalai karena tidak bisa mengantisipasi kemungkinan membludaknya pengantre, serta tidak memberikan detail susunan acara lengkap kepada Kepolisian Sektor Kebayoran Baru, sehingga pengamanan tidak maksimal. "Seharusnya mereka melampirkan estimasi orang yang datang dan jumlah barang yang dijual ke polisi."

    Akibat kejadian itu, 43 orang pingsan dan tiga orang patah tangannya akibat berdesakan saat dilakukan penjualan BlackBerry yang disertai diskon itu. Polisi menyita satu unit BlackBerry Bold 9790 atau Bellagio yang dijual pada saat kericuhan terjadi, dokumen penjualan BlackBerry, serta brosur acara.

    Bukan hanya empat tersangka itu yang dimintai tanggung jawab. Kepolisian juga memutasi Kepala Polsek Kebayoran Baru dan Kepala Unit Intelkam Polsek Kebayoran Baru karena dinilai lalai dalam menerbitkan surat izin acara.

    ARIE FIRDAUS | ENDRI K


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.