Jalan Tangerang-Serang Rusak Parah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan jembatan layang di Tangerang, Banten. TEMPO/ Dimas Aryo

    Pembangunan jembatan layang di Tangerang, Banten. TEMPO/ Dimas Aryo

    TEMPO Interaktif, Tangerang - Jalan Provinsi Banten di wilayah Kabupaten Tangerang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar menyebar di sejumlah titik. Padahal, ruas jalan ini menjadi urat nadi wilayah barat Kabupaten Tangerang dengan Kota Serang.

    Berdasarkan pantauan Tempo, titik-titik jalan yang rusak itu terdapat di wilayah Tigaraksa, Solear, dan Jayanti, hingga perbatasan Maja, Serang. Waktu yang dibutuhkan untuk melewati jalur sepanjang 20 kilometer  ini mencapai dua jam. Sebab, kecepatan kendaraan tidak bisa maksimal agar bisa menghindari lubang. Padahal, jika jalan mulus, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 30 menit.

    Kerusakan jalan diduga akibat gerusan air. Sebab, di sepanjang jalur itu tidak terdapat saluran drainase. Jadi, jika hujan turun, air menggenang dan menggerus aspal.

    Dengan kondisi itu, saat ini hujan menjadi masalah besar bagi pengguna jalan. Genangan air menutupi lubang sehingga pengendara kerap terperosok.

    Kerusakan itu sudah lama dikeluhkan masyarakat. "Memang daerah pinggiran dan perbatasan ini jauh dari perhatian pemerintah," ujar Fahrudin, 35 tahun, warga Solear, Kabupaten Tangerang, Selasa, 6 Desember 2011.

    Menurut Fahrudin, jalan rusak menjadi kendala besar bagi warga sekitar untuk mengakses wilayah perkotaan dan pusat pemerintahan. "Untuk mencapai rumah sakit dan puskesmas terdekat saja, kami butuh waktu hingga beberapa jam," katanya.

    R. Dahyat Tunggara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang yang tinggal di Kecamatan Solear, mengatakan, dirinya sudah lama mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Banten segera membenahi jalan itu. ”Sudah capek, tida ada progres," kata anggota Komisi V Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Tangerang ini.

    Menurut Dahyat, ada sekitar 12 kilometer ruas jalan Provinsi Banten yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang. Dia khawatir jika tidak segera dibenahi, perekonomian warga bakal terkena imbas. ”Kalau aksesnya mati, bagaimana perekonomian bisa berjalan lancar,” katanya.

    Jalur tersebut, kata Dahyat, sering digunakan sebagai jalan alternatif oleh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menuju ke wilayah Serang, Rangkas, Pandeglang, hingga ke Provinsi Banten.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.