Penumpang KRL di Depok Pindah ke Angkutan Umum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang duduk di atas atap kereta rel listrik (KRL) ekonomi jurusan Bogor-Jakarta di Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat,(25/3). ANTARA/Andika Wahyu

    Sejumlah penumpang duduk di atas atap kereta rel listrik (KRL) ekonomi jurusan Bogor-Jakarta di Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat,(25/3). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Depok - Putusnya kabel aliran listrik atas di Stasiun Tanjung Barat menyebabkan perjalanan kereta rel listrik (KRL) ekonomi Bogor-Jakarta di Stasiun Depok Baru terhenti dari pukul 18.30 WIB sampai pukul 20.12 WIB. Sebagian penumpang pun memilih turun dan beralih ke angkutan umum.

    Seorang penumpang, Restu, 28 tahun, memilih melanjutkan perjalanannya pakai angkutan umum. "Kalau tahu seperti ini sudah dari tadi saya berangkat," katanya kepada Tempo saat bergegas keluar stasiun, Selasa, 6 Desember 2011.

    Kereta tidak dapat melanjutkan perjalanan karena harus menunggu perbaikan aliran listrik yang terputus di Stasiun Tanjung Barat. Meski petugas stasiun sudah mengumumkan dan meminta maaf karena ada kerusakan itu, tetap saja para penumpang merasa gerah karena tidak tepat waktu. "Kami minta maaf kepada para penumpang jalur satu, KRL ekonomi jurusan Jakarta kota karena kereta belum bisa berangkat, ada kerusakan aliran atas," kata petugas.

    Restu merasa gerah setelah menunggu selama satu jam. Restu hendak pulang ke rumahnya di Jagakarsa dan berencana turun di Stasiun Lenteng agung. " Rumah saya tinggal sebentar lagi sebenarnya," katanya.

    Bukan saja Restu yang mengeluhkan keterlambatan kereta dan ingin naik angkutan umum. Fitriah pun begitu. "Kalau begini terus lebih baik kita naik kendaraan umum," kata wanita yang hendak ke Stasiun Manggarai tersebut.

    Ada ratusan penumpang yang menunggu keberangkatan kereta. Sebagian duduk menunggu di dalam kereta, ada juga yang memilih menunggu di luar.

    ILHAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.