TransJakarta Telusuri Kasus Penusukan Christopher

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan penumpang Busway memadati halte Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/5). Padatnya penumpang tersebut disebabkan oleh adanya libur nasional yang dimanfaatkan warga untuk berlibur. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ratusan penumpang Busway memadati halte Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (17/5). Padatnya penumpang tersebut disebabkan oleh adanya libur nasional yang dimanfaatkan warga untuk berlibur. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta Muhammad Akbar memastikan masih menelusuri penusukan Christopher Melky Tanujaya, 16 tahun, di sekitar halte Bus Pluit pada Senin, 5 Desember 2011. "Kami masih menelusuri kejadian. Belum ada laporan yang masuk soal itu," kata Akbar ketika dihubungi Tempo, Rabu, 7 Desember 2011.

    Menurut dia, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk terkait peristiwa itu. Christopher, juara Olimpiade Sains Nasional bidang matematika tingkat SMP 2009 tewas di dekat halte Transjakarta Pluit, Penjaringan, Selasa 6 Desember 2011 sekitar pukul 20.00. (baca: Kisah Tewasnya Sang Juara Olimpiade Sains)

    Akbar mengaku berusaha meminimalisir terjadinya kriminalitas di halte dan bus yang masuk dalam kawasan pengamanan. "Tapi kalau diluar itu, kayak di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) itu sudah bukan kita lagi, tapi masyarakat Umum, Polisi dan Satpol PP," katanya.

    Sepanjang 2011, kata Akbar, kasus kriminalitas tertinggi adalah pelecehan dan pencurian. "Pelecehan seksual ada 8 kasus yang pelakunya tertangkap," katanya. Sedangkan kasus pencurian, kata Akbar, pihaknya masih menunggu perhitungan dari bagian administtrasi.

    Untuk menekan kriminalitas di Bus Transjakarta, kata dia, 44 bus gandeng yang akan difungsikan akhir tahun ini telah memiliki 3 kamera dalam bus. "Selain itu 202 bus yang akan datang pada 2012 juga sudah dipasangi 3 kamera," katanya.

    Menurut dia, kamera dapat menjadi alat bukti untuk kriminalitas dalam bus. "Karena kita rekam," katanya. Selain itu, petugas yang bersiaga juga memiliki tugas menjaga keamanan dan keselamatan penumpang di tiap bus.

    Akbar juga mengatakan pihaknya akan memberikan ruang khusus penumpang wanita di bagian depan bus. "Nantinya dari pintu ke bagian depan bus adalah khusus untuk penumpang wanita," katanya.

    Tapi itu tidak berarti dari pintu ke belakang hanya untuk penumpang pria. "Wanita yang sama suami atau pacar masih bisa menggunakan area dari pintu ke belakang," katanya. Menurut Akbar, ini adalah cara yang cukup efektif untuk menekan angka kriminalitas terutama pelecehan seksual.

    Di halte transit yang jumlah penumpangnya tinggi, kata dia, Akbar juga menurunkan petugas tambahan untuk mengamankan halte.

    AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.