Sondang, Pelaku Bakar Diri Masih Hidup Tapi Kritis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sondang Hutagalung. Dokumentasi Kontras

    Sondang Hutagalung. Dokumentasi Kontras

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sondang Hutagalung, lelaki yang diduga pelaku bakar diri di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu, 7 Desember 2011 lalu, sempat dikabarkan meninggal. Setelah dicek, mahasiswa Universitas Bung Karno itu ternyata masih terbaring di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, dalam kondisi kritis.

    "Sempat kritis, namun hasil pengecekan terakhir, kata dokternya, kondisinya sudah stabil," kata Ketua Presidium Forum Alumni Universitas Bung Karno, Richard Ahmad Supriyanto, saat dihubungi, Sabtu, 10 Desember 2011 dini hari. "Tadi malam kami habis menjenguk, begitu kondisinya."

    Richard mengakui jika isu Sondang meninggal muncul di Twitter. Karena berita itu, kata dia, banyak wartawan berdatangan ke RSCM dan pengamanan diperketat. "Kami yang di RSCM memastikan bahwa itu tidak benar," ujarnya.

    Menurut Richard, Sondang, yang terdaftar sebagai mahasiswa fakultas hukum angkatan 2007, itu di kalangan rekan-rekannya terkenal sebagai aktivis sosial. Sebelum ditemukan membakar diri, Sondang telah menghilang sekitar 3 minggu sampai sebulan.

    "Kami telah menggali informasi rekan-rekannya serta orang tuanya, tapi kami belum tahu latar belakang dia melakukan bakar diri," kata Richard. Karena belum jelas penyebabnya, Forum Alumni bakal mengawal kasus ini. "Jangan sampai kondisi Sondang dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

    Sondang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Victor Hutagalung dan Dame Sipahutar. Adik dari Bob, Herman, dan Tersi, ini diduga sebagai pria yang membakar dirinya di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, pada Rabu, 7 Desember sore lalu.

    Guna memastikan identitasnya, ibunya, Dame, melakukan tes DNA di Disaster Victim Identification di Pusdokkes Polri Cipinang, Jakarta Timur. Sementara itu, keluarga yakin bahwa itu adalah Sondang berdasarkan sepatu dan baju yang ditemukan di lokasi kejadian.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.