Selamat Datang Jalur Sepeda di Gading

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ada kabar gembira bagi warga kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Daerah perumahan yang berkembang pesat menjadi area multifungsi--untuk bisnis, pendidikan, dan lain-lain--ini akan memiliki jalur khusus sepeda.

    Berita baik itu disampaikan oleh Communication Specialist Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), Ratna Yunita. ITDP akan memberikan bantuan teknis kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara berupa desain jalur sepeda dan pejalan kaki sepanjang 17,8 kilometer, mencakup Boulevard Utara, Timur, Selatan, Barat, dan area Kelapa Nias.

    "Kawasan ini sudah menjadi satu ikon kawasan terintegrasi di Jakarta dengan tingkat kepadatan pergerakan manusia dan kendaraan yang sangat tinggi," kata Ratna kepada Tempo, Selasa lalu.

    ITDP sudah melakukan survei tingkat kepadatan lalu lintas di Kelapa Gading. Hasilnya, kapasitas penggunaan jalan sudah sampai tingkat mengkhawatirkan. Jika hal ini dibiarkan, Kelapa Gading akan menjadi area superpadat dengan tingkat polusi dan kebisingan tinggi.

    "ITDP melakukan hal ini sebagai salah satu upaya menciptakan kawasan layak huni dengan memberi ruang lebih banyak kepada manusia, bukan kendaraan bermotor," ujar Yoga Adiwinata, Direktur ITDP Indonesia.

    Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menyambut baik rencana tersebut. Pengadaan jalur khusus sepeda dan pejalan kaki ini sudah diajukan kepada pemerintah tingkat DKI Jakarta. Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, harus ada jalur sepeda selain di Jakarta Selatan yang sudah dioperasikan beberapa bulan lalu. Nah, kawasan Kelapa Gading adalah kandidat yang layak.

    Bambang mengimbau kepada aparat pemerintahan Kelapa Gading hingga para ketua RT dan RW agar mensosialisasikan kepada warga tentang pentingnya jalur sepeda dan pejalan kaki ini. "Saya mohon warga Kelapa Gading sabar. Meskipun ekonomi harus terus berjalan, kita juga butuh udara segar," kata Bambang.

    SRI SUGIARTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.