Mega: Apa Pemimpin Negeri Ini Tak Terbetot Hatinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas kepergian Sondang Hutagalung.

    Mahasiswa Universitas Bung Karno itu meninggal setelah melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara, Jakarta, pekan lalu. "Sebagai pribadi dan pemimpin partai, saya menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Sondang. Sambil berharap tak akan ada lagi anak muda bangsa yang kehilangan nyawa karena prinsip dan keyakinannya," katanya dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan di Hotel Harris, Bandung, Senin, 12 Desember 2011.

    Menurut dia, aksi yang berujung kematian itu adalah bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan. Maka, ia meminta pemerintah bekerja keras agar tak ada lagi kejadian serupa. Megawati pun mengaku miris mendengar peristiwa itu.

    Namun, Presiden RI 2001-2004 ini meminta publik untuk tak menyia-nyiakan nyawa generasi muda hanya untuk memprotes. "Tak diperlukan cara serupa lagi untuk mengingatkan kita bahwa ada yang salah dengan pengelolaan bangsa dan negara ini." Kematian Sondang, menurut Megawari, seharusnya menjadi cambuk bagi para pemimpin untuk memperhatikan suara rakyat.

    Megawati lantas mempertanyakan apakah kejadian ini akan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. "Adakah pemimpin di negeri ini yang tak terbetot hatinya melihat seorang mahasiswa mengorbankan diri karena prinsip dan keyakinan idealismenya?" tanya Megawati.

    FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.