Kamerawan TvOne Lolos Dari Upaya Penusukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dadang, kamerawan TvOne selamat dari upaya penusukan yang dilakukan Adil Firmansyah Islami di lobi Wisma Nusantara Jakarta, Senin 12 Desember 2011 pukul 19.35 tadi. Dadang mendapat luka goresan di perut bagian kiri.

    Menurut Sugiyanto, sekuriti Wisma Nusantara, saksi mata kejadian, Adil yang berhasil melewati penjagaan pintu masuk Wisma Nusantara, menghambur mendekati sejumlah kru TvOne yang sedang melakukan opening acara Apa Kabar Indonesia Malam.

    Saat itu di halaman luar lobi ada Grace Natalie presenter, Dadang sang kamerawan, pengarah acara, dan beberapa kru lain. "Dia mendekat ke kru," kata Sugi, Senin 12 Desember 2011 malam. Grace diamankan ke dalam pintu kaca bagian timur. Tapi Dadang berlari ke pintu masuk bagian selatan.

    Di pintu depan, Adil ditahan Abu. "Waktu itu, semua orang menjauh," kata Abu. Abu sempat adu pukul dengan Adil. Adil mengacungkan pisau ke arah Abu. Abu mencoba berkilah dan menendang Adil.

    Ia juga berusaha mempertahankan diri dengan mengambil palang besi dari mesin pengecek (scanner) barang masuk. Tetapi pisau Adil menyayat seragam Abu di perut bagian kiri. Seragam Abu sobek, dan perutnya terkena luka goresan.

    Setelah Adil jatuh, Dadang, mendekat ke Abu bersama lima orang sekuriti lainnya dan para kru AKI Malam. Masih menurut Sugiyanto, mereka mencoba meringkus dengan memukuli Adil. "Saat itu, kru enggak perhatikan kalau dia masih pegang pisau, kena ke Dadang," katanya. Dadang lantas dilarikan oleh rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

    Namun menurut dia, Dadang mendapat luka tidak serius. "Cuma kebaret," ujarnya. "Darah yang keluar bukan dari Dadang, tapi dari pelaku. Saya lihat pelipisnya kena," katanya. Kini pelaku diamankan polisi di Polres Jakarta Pusat.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.