112 Peti Kemas Isi Tepung dari Tulang Dimusnahkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelabuhan peti kemas Taichang, Wuxi, China, (19/7). ANTARA/Hermanus Prihatna

    Pelabuhan peti kemas Taichang, Wuxi, China, (19/7). ANTARA/Hermanus Prihatna

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, memusnahkan 112 peti kemas berisi Meat Bone Meal (MBM)--tepung kasar dari sisa tulang dan daging sapi atau kambing. "Barang impor berupa ternak atau olahannya yang berasal dari negara-negara berpotensi wabah sapi gila, maka secara langsung akan terkena cegah," kata Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok Iyan Rudiyanto kepada wartawan, Rabu, 14 Desember 2011.

    Peraturan Menteri Pertanian Nomor 482/Kpts/PD. 620/8/2006 melarang bahan-bahan makanan dari daging sapi atau kambing asal negara-negara berpotensi terjangkit penyakit sapi gila, seperti Spanyol, Inggris dan Denmark, untuk masuk ke Indonesia.

    Sebelumnya, Bea Cukai telah memusnahkan 22 peti kemas atau sekitar 506 ton MBM pada September 2011. Sisanya, sebanyak 90 peti kemas akan dimusnahkan pada hari ini.

    Kerugian yang didapat negara dari masuknya MBM bukanlah kerugian materi secara langsung. "Yang kami khawatirkan jika MBM ini masuk ke pasaran berpotensi menularkan penyakit sapi gila di Indonesia." Penyakit ini bisa mengganggu perekonomian. Jika penyakit ini menular, daging ekspor dari Indonesia bisa ditolak oleh negara lain dan juga berimbas pada sektor pariwisata.

    Pemusnahan akan dilakukan dengan cara dibakar di dalam alat khusus. "MBM ini berbentuk tepung, tetapi berwarna cokelat dan kasar sehingga dibutuhkan alat khusus untuk memusnahkannya."

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.