Besok, Busway Koridor XI Diluncurkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus TransJakarta melaju dalam uji coba Koridor XI di kawasan Cipinang, Jakarta, Senin (26/12). Tempo/Tony Hartawan

    Bus TransJakarta melaju dalam uji coba Koridor XI di kawasan Cipinang, Jakarta, Senin (26/12). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali menggelar uji bus Transjakarta koridor XI rute Pulo Gebang-Kampung Melayu. Meski terdapat beberapa kendala, uji coba berjalan lancar. “Kami optimistis rencana launching pada 28 Desember nanti akan terlaksana,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono.

    Dalam uji coba kemarin, bus diberangkatkan dari halte Wali Kota Jakarta Timur pada pukul 13.00. Sempat terjadi kemacetan saat bus melintas di beberapa ruas jalan yang memang tidak steril.

    Jalur terpadat berada di kawasan Pasar Hewan Jatinegara dan sekitar Stasiun Jatinegara. Di sana penumpukan kendaraan tidak bisa dihindari. Bus Transjakarta harus berbagi dengan angkutan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor karena ruas jalan memang sempit.

    Jalur untuk koridor XI ini juga belum semuanya dilengkapi dengan separator. Misalnya di Jalan I Gusti Ngurah Rai, mulai halte Stasiun Klender hingga halte Cipinang. "Jalur yang belum ada separatornya masih akan diperbaiki,” kata Pristono.

    Jika dibandingkan dengan uji coba tiga hari sebelumnya, pelaksanaan uji coba kemarin termasuk mulus. Pada Senin lalu, jembatan di atas selokan dekat halte belum kokoh. Bus terpaksa keluar jalur karena khawatir jembatan ambles. "Usia jembatan baru enam hari. Idealnya 14 hari baru bisa dipakai," kata Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Kuswanto.

    Saat bus meninggalkan halte Perumnas Klender untuk bergerak ke halte Raden Inten, bus mogok karena sekring putus. "Ini kan masalah teknis, kami enggak tahu," kata Kepala Subdinas Perhubungan Jakarta Timur Mirza Ariyadi.

    Secara umum, kata Pristono, persiapan untuk koridor XI sudah memadai. Tinggal satu masalah yang saat ini belum ditemukan solusinya, yaitu pengisian bahan bakar gas (BBG). “Untuk mengisi bahan bakar, bus membutuhkan waktu sekitar 2 jam,” kata dia. Itu belum termasuk waktu yang dibutuhkan bus untuk kembali ke koridor setelah mengisi bahan bakar.

    Juru bicara PT Pertamina, M. Harun, mengungkapkan, perusahaannya akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk membenahi sistem pengisian BBG. "Kami berencana mengembangkan sistem mother station-daughter station pada 2012,” ucapnya.

    Selama ini PT Pertamina hanya memiliki stasiun induk (mother station) untuk BBG. Nantinya akan ada stasiun-stasiun pengisian kecil (daughter station) di sekitar jalur Transjakarta. Stasiun kecil ini mendapat suplai BBG dari stasiun induk. “Akan dibuat empat tempat pengisian BBG yang baru untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah bus setelah koridor XI beroperasi,” kata Harun.

    Saat ini pelayanan BBG bus Transjakarta hanya ada di Jalan Pemuda (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Margonda (Depok), dan pul bus Pinang Ranti (Jakarta Timur). Sedangkan stasiun pengisian di pul Terminal Kampung Rambutan dan Jalan Raya Pondok Gede sudah lama tidak berfungsi.

    INU KERTAPATI | ATMI PERTIWI | SUSENO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.