Otak Pemerkosa di Angkot Akan Jalani Tes Kejiwaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polres Depok Menunjukan Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan di Angkot M26 pada Sabtu, 24 Desember 2011. Ketiganya ditangkap di Bandung pada Jum,at 23 desember 2011. Tempo/Ilham Tirta

    Polres Depok Menunjukan Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan di Angkot M26 pada Sabtu, 24 Desember 2011. Ketiganya ditangkap di Bandung pada Jum,at 23 desember 2011. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Reserse Kota Depok menilai ada yang janggal dari otak pemerkosaan dalam angkot, Yohanes Brian Richo, 18 tahun. Pasalnya, remaja ini sudah lebih dari tujuh kali melakukan tindak kriminal dan korbannya pasti berdarah, sampai terakhir memperkosa Rs, 35 tahun, padahal ia sedang bersama kekasihnya, Aida, 19 tahun.

    Kepala Polresta Depok Komisaris besar Mulyadi Kaharni memastikan Yohanes akan menjalani tes kejiwaan. Tes itu akan dilakukan setelah semua tersangka berkumpul dan pemeriksaan tuntas. "Sudah pasti kita akan tes psikologi," kata Mulyadi kepada wartawan di Markas Polresta Depok, Rabu, 28 Desember 2011. (baca: Modus Kejahatan di Angkot Jadi Tren).

    Dalam pemeriksaan, Yohanes telah mengakui kejahatannya bersama Deden Rosadi, 18 tahun, dan M. Saat Dalimunte, 19 tahun, tersebut. Ketiganya merencanakan perampokan yang menjadikan Rs korban pada Rabu nahas itu di rumah kos Yohanes, Pondok Kopi. "Mereka bertiga rapat di sana tanpa sepengetahuan si perempuan," kata Mulyadi.

    Pemerhati sosial dan budaya Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, mengatakan biasanya tindakan disebabkan faktor ekonomi. Mereka sudah mencari pekerjaan, tapi tidak ada, akhirnya melakukan tindakan instan dengan kejahatan. "Motifnya hanya untuk kebutuhan ekonomi," katanya.

    Menurut Devie, ada ekploitasi terhadap anak, mereka dilibatkan dalam pencarian nafkah. Mereka tidak mendapatkan masa kanak-kanaknya dengan baik karena terus ditekan oleh kebutuhannya dan keluarga. "Biasanya terjadi pada masyarakat miskin," katanya.

    Sementara ini, Polres Depok sudah memastikan Yohanes dan Deden sebagai tersangka, sedangkan Aida masih dalam pendalaman. Dalimunte sendiri sedang diperiksa di Polda atas kejahatan sebelumnya. "Yohanes sendiri kena pasal berlapis karena dia yang perkosa, yang lainnya hanya perampokan," kata Mulyadi.

    Pemerkosaan di dalam angkutan umum terjadi pada Rabu, 14 Desember 2011. Kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 saat korban Rs, 35 tahun, hendak ke Pasar Kemiri, Depok, naik angkot M 26 di Jalan Raden Saleh. (baca: Lagi, Perempuan Diperkosa dalam Angkot).

    ILHAM

    Berita Terkait:
    Tersangka Pemerkosa di Angkot Tertangkap
    Kehabisan Ongkos, Pemerkosa di Angkot Dibekuk
    Pemerkosa di Angkot Biasa Menodong
    Jejak Pemerkosa di Angkot Dibocorkan Kawan Sendiri
    Buron Pemerkosa dalam Angkot Sempat Lari ke Medan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.