Solidaritas Seribu Sendal Buat Briptu Ahmad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjuk rasa yang tergabung dalam Serikat Perempuan Lembah Palu (SPLP), Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) dan Sikola Mombine Palu (SM) memberikan sandal jepit kepada seorang polwan didepan Polda Sultenga, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (31/12).

    Seorang pengunjuk rasa yang tergabung dalam Serikat Perempuan Lembah Palu (SPLP), Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) dan Sikola Mombine Palu (SM) memberikan sandal jepit kepada seorang polwan didepan Polda Sultenga, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (31/12).

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan mengumpulkan sendal sebagai solidaritas terhadap kasus AAL, siswa kelas 1 SMK di Palu, akan berakhir Selasa, 3 Januari 2012 besok. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menargetkan 1000 sendal bisa terkumpul.

    Seribu sendal tersebut akan dipajang di depan KPAI. Sejumlah aktivis dan pengamat akan diundang, namun belum ada nama pasti. Apabila sendal belum terkumpul hingga seribu, Budhi mengatakan, ”acara akan jalan terus.”

    Kasus AAL menarik perhatian Komnas Perlindungan Anak Indonesia. AAL terseret ke pengadilan dan terancam menerima hukuman lima tahun penjara karena digugat Brigadir Satu Ahmad Rusdi Harahap.

    Komnas Perlindungan Anak Indonesia pun melakukan aksi dukungan berupa kegiatan mengumpulkan 1.000 sendal. “Tujuan dari kegiatan ini adalah mengumpulkan 1000 sendal untuk Brigadir Satu Ahmad Rusdi Harahap yang telah menyakiti AAL gara-gara sendal,” ujar Koordinator Posko Seribu Sandal untuk Bebaskan AAL,, Budhi Kurniawan, di kantor KPAI pada Kamis, 29 Desember 2011.

    Kegiatan ini bermula dari beredarnya kasus AAL setahun lalu. Pada November 2010, AAl ditangkap, disakiti, dan dipukuli oleh polisi gara-gara dianggap telah mencuri sendal milik Brigadir Satu Ahmad Rusdi. Selain disakiti, AAL juga diseret ke pengadilan setahun kemudian.

    Orang tua AAL sempat berniat mengganti sendal milik Ahmad Rusdi. Namun, karena menemukan AAL babak belur karena dipukuli, mereka melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

    Mulai saat itu, kasus ini menjadi sorotan orang banyak. Komisi Nasional Perlindungan Anak di Sulawesi Tengah juga khawatir akan kekerasan yang dialami AAL, terutama secara psikologis. Karena ingin memberikan dukungan, akhirnya dilaksanakanlah kegiatan mengumpulkan 1000 sendal untuk Ahmad Rusdi.

    “Hanya karena sendal, ia harus sampai terseret ke pengadilan dan terancam penjara lima tahun. Pada kasus kecil semacam itu, seharusnya polisi mengedepankan upaya penyelesaian kasus di luar peradilan,” Budhi menjelaskan.

    Sejauh pengamatan Tempo, saat berita ini diliput, baru terkumpul kurang lebih 26 sendal di KPAI Jakarta. Adapun sendal yang terkumpul beragam macamnya mulai dari sendal jepit hingga sendal untuk orang tua. Yang unik, ada satu sendal berwarna jingga yang bolong bagian ujungnya dan ditujukan langsung untuk Ahmad Rusdi.

    “Sendal tersebut dari seorang buruh yang geram akan kasus ini. Mereka menaruhnya tadi pagi,” Budhi menjelaskan.

    Selain buruh, selebritas juga ada yang berkunjung ke KPAI untuk menyumbangkan sendal. Yang diketahui datang berkunjung adalah Ramzi, pelawak. Sayang, Tempo tidak berhasil mewawancarai karena ia telah pulang ketika Tempo datang.

    Untuk saat ini, KPAI telah mendirikan posko 1000 sendal di sejumlah daerah. Untuk wilayah Jakarta, posko bisa ditemukan di wilayah Cibubur, Tanjung Priok, dan Depok. Sementara itu, untuk wilayah luar Jakarta, baru direncanakan. “Kami mempertimbangkan Semarang, Medan, Solo, dan Ponorogo sebagai posko lainnya,” ujar Budhi.

    Ketika menanyakan bagaimana keadaan AALl sekarang, pihak KPAI menjawab kalau dia masih sekolah seperti biasa. “Namun, kalau ada panggilan dari pengadilan, ia harus izin tidak masuk sekolah,” ujar Budhi.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.