Jalur Berbahaya, Arteri Pondok Indah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara sepeda menerobos kemacetan lalu lintas di kawasan Pondok Indah, Jakarta. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Seorang pengendara sepeda menerobos kemacetan lalu lintas di kawasan Pondok Indah, Jakarta. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ruas Jalan Sultan Iskandar Muda atau arteri Pondok Indah mencatatkan diri sebagai tempat paling sering terjadi kecelakaan di Jakarta Selatan sepanjang tahun lalu. Ruas jalan itu memang berkembang semakin padat dan kecelakaan umumnya terjadi saat jam sibuk pulang dan berangkat kerja.

    Statistik itu terungkap dari pemaparan Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Sigit Purwanto, Kamis 5 Januari 2012. Dia mengatakan kejadian kecelakaan lalu lintas di Jakarta Selatan sepanjang 2011 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

    Sepanjang 2011 lalu terjadi 661 kecelakaan, meningkat ketimbang tahun sebelumnya yang 571 kecelakaan. Menurut Sigit, kecelakaan bertambah karena memang jumlah kendaraan di Jakarta juga bertambah. "Tapi sayangnya kesadaran untuk tertib tidak bertambah," katanya sambil menambahkan kecelakaan didominasi kendaraan bermotor roda dua, sebanyak 75 persen dari total kejadian, atau 495 kejadian.

    Meski kejadiannya meningkat, jumlah korban jiwa atapun luka berat menurun. Jumlah korban meninggal dunia jauh berkurang menjadi 21, padahal 2010 mencatat angka 123 jiwa. Untuk korban luka berat juga berkurang dari sebelumnya 276 menjadi 161 orang.

    Hanya korban luka ringan yang meningkat, yakni 723 dari tahun sebelumnya yang 378 orang. Peningkatan juga terjadi pada nilai kerugian materi. Jika sepanjang 2010 ada 851 mobil senilai Rp 904 juta yang menjadi korban, periode yang sama tahun lalu mencatat 999 mobil yang terlibat kecelakaan. Total kerugian materinya Rp 1,8 miliar.

    SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.