Cuaca Ekstrem Diperkirakan Hingga Maret  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pohon tumbang di Jembatan Dukuh Atas, akibat hujan badai melanda Jakarta pada Kamis (5/1). TEMPO/Bambang Harymurti

    Pohon tumbang di Jembatan Dukuh Atas, akibat hujan badai melanda Jakarta pada Kamis (5/1). TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Jakarta dua hari terakhir bakal berlanjut dalam kurun waktu tiga bulan mendatang. Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan cuaca ekstrem ini baru berakhir antara Maret sampai April mendatang.

    Kepala Subbidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Rubiyanto mengatakan hujan lebat terjadi dengan frekuensi tinggi. Mereda antara Maret sampai April karena kedua bulan itu musim transisi. "Kemungkinan curah hujan tinggi tetap ada. Lamanya bervariasi, dua minggu hingga satu bulan," kata Kukuh di kantornya, Jumat, 6 Januari 2012.

    Sementara itu, cuaca tiga hari mendatang, Kukuh memperkirakan potensi cuaca ekstrem berada di enam titik, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Cibinong, Depok, Tangerang Selatan, dan Bogor. Adapun curah hujan mecapai volume 400-500 mm.

    "Durasi hujan lebatnya antara 1-2 jam, sementara hujan ringan 6 jam," ujar Kukuh.

    Cuaca ekstrem muncul karena faktor lokal dan pergerakan angin. Mengenai faktor lokal, Kukuh melihat keenam titik tersebut memiliki banyak sumber air yang bisa menjadi lokasi pembentukan uap air dalam jumlah besar. Angin yang berhembus dalam tiga hari mendatang akan membawa uap air dalam jumlah banyak. Soalnya, cuaca terik serta angin bergerak dari arah utara yang notabene dekat dengan dengan laut.

    Curah hujan di wilayah utara tidak akan sebesar di selatan dan barat. Namun, curah hujan rendah bukan berarti tidak ada potensi banjir rob. Menurut Kukuh, potensi banjir rob tetap ada karena kekuatan angin pada saat ini berpotensi menciptakan gelombang besar. Nah, kalau ini digabung dengan puncak air pasang yang terjadi antara 10-20 Januari 2012 plus hujan lebat, tidak tertutup kemungkinan bakalan banjir. Tak lupa, Kukuh menghimbau warga di daerah genangan untuk bersiap menghadapi kemungkinan banjir kiriman.

    ISTMAN MP

    BERITA TERPOPULER




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.