Ledakan Petasan Menimpa Dua Warga di Sawangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebuah ledakan berskala cukup besar terjadi di daerah Sawangan, Depok, menimpa dua orang warga, Selasa (7/1) pagi. Menurut Kapolsek Sawangan AKP Suratno, ledakan yang terjadi di jalan Patria Land RT 04 RW01 Kelurahan Sawangan Baru Depok, pukul 5.45 WIB tersebut berasal dari petasan. Menurut Madzuki, staf pemerintahan kecamatan Sawangan yang dihubungi Tempo News Room, hari itu seorang anak muda sedang lari pagi. Dia melihat sebuah bungkusan tergeletak di pinggir jalan yang berbatasan dengan sebuah kali. Karena merasa takut membukanya sendiri, pemuda ini memberitahukan kakaknya di rumah, Muhammad Amrullah (26), yang kemudian menjadi salah satu korban ledakan. Kedua orang tersebut kemudian tiba di lokasi dan memanggil seorang tukang ojek yang kebetulan lewat untuk membuka bungkusan itu bersama-sama. Sebelum Muhammad atau Syahrul membuka bungkusan itu bersama tukang ojek, adik lelakinya pergi. Kemudian terjadilah ledakan yang melukai kedua orang tersebut. Muhammad meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, tukang ojek tersebut mengalami luka serius. Menurut Suratno, kedua korban terpental ke dalam sungai yang terletak di pinggir jalan itu. Sedangkan Madzuki mengatakan tubuh Muhammad terpental hingga radius 30 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, si tukang ojek terpental hingga 7 meter. Tubuh keduanya, muka, kaki dan badannya, rusak. Susah dikenali, kata Mudzaki yang datang ke lokasi kejadian bersama 10 orang rekannya dari kecamatan. Selain itu, ratusan bendera merah putih plastik bertebaran di lokasi kejadian. Bendera tersebut diduga berasal dari dalam bungkusan tersebut. Menurut Madzuki, plastik yang berisi petasan maut itu berada diatas tumpukan tebangan pohon palem. Sehingga, ledakan tidak menimbulkan lubang di tanah. Namun, lanjut Madzuki, ledakan tersebut membuat daun-daun pohon kecapi, yang terletak di dekat petasan itu, rontok. Saat ini jenazah Muhammad atau Syahrul sedang disemayamkan di rumah duka, yang terletak di dekat sekolah Yapen. Sedangkan tukang ojek yang belum diketahui identitasnya itu, lanjut Suratno, sudah di bawa RS Bhakti Yudha, dan kemungkinan akan dirujuk ke RS Fatmawati. Namun, Madzuki mengatakan bahwa tukang ojek tersebut sudah meninggal dunia. (Budi RizaTempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.