Polisi Pengancam Petugas Busway Belum Diperiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.123rf.com

    www.123rf.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya belum memeriksa polisi yang diduga mengancam petugas jalur busway. Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan surat panggilan kepada polisi tersebut baru akan dilayangkan Senin, 16 Januari 2012.

    Rikwanto mengatakan polisi belum memeriksa D dan I karena surat panggilan mereka baru akan dilayangkan dari Polda Metro Jaya ke Mabes Polri pada Senin, 16 Januari 2012. “Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda yang akan memeriksa mereka,” kata Rikwanto.

    Lantaran belum diperiksa, polisi belum bisa memastikan siapa di antara D dan I yang menembakkan pistol untuk mengancam penjaga jalur busway tersebut. Rikwanto mengatakan ia belum tahu sanksi apa yang akan ditimpakan kepada mereka. “Bergantung hasil pemeriksaan,” kata Rikwanto.

    Pada Kamis, 12 Januari 2012, D dan I tengah menjalankan tugas mengawal mobil securicor. Menurut Rikwanto, mobil tersebut tengah membawa uang. Saat menyusuri Jalan Pramuka, mobil tersebut hendak menerobos jalur busway, namun dihentikan petugas busway. Salah satu dari D atau I kemudian keluar dan menembakkan pistol yang ia bawa di hadapan penjaga jalur berinisial RM tersebut.

    Usai kejadian, RM langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum. BLU Transjakarta kemudian melaporkan peristiwa itu ke bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

    Rikwanto mengatakan sehari-hari personel pelayanan masyarakat tidak membawa senjata. Tapi, jika mendapat tugas yang memerlukan pengamanan ekstra, maka mereka akan dilengkapi dengan senjata. “Setelah itu baru dikembalikan lagi,” kata Rikwanto.

    Para petugas sterilisasi jalur khusus Transjakarta sering mengalami intimidasi di jalan raya. Bentuknya macam-macam, mulai dari diklakson keras dan dibentak-bentak. Yang terparah adalah yang menimpa RM.

    ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.