Solusi Kemacetan Jakarta Ala Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Andry Prasetyo

    Tempo/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap kali bicara Jakarta tidak bisa dilepaskan dari persoalan kemacetan lalu lintas. Bahkan, muncul ungkapan “Kalau enggak macet bukan Jakarta”. Begitu parahnya tingkat kemacetan Jakarta sehingga membuat orang apriori persoalan itu bisa diatasi. Tapi, tidak bagi Jokowi.

    Wali Kota Surakarta yang memiliki nama lengkap Joko Widodo ini punya keyakinan mampu mengatasi persoalan akut Jakarta tersebut. “Ini hanya masalah komitmen menyelesaikan masalah. Kalau masalahnya macet, ya harus selesaikan dulu lewat alokasi anggaran,” kata Jokowi pada perbincangan di kantor Tempo, pekan lalu.

    Jokowi mengatakan manajemen penyelesaian persoalan itu ada dua, anggaran dan tim ahli yang menanganinya. Untuk mengatasi macet, pengusaha mebel dari Surakarta itu melanjutkan, bisa dengan membuat MRT, Subway, Monorail.

    “Kalau saya sebagai manajer kota, saya panggil ahlinya, tanya berapa duit yang dibutuhkan. Setelah diputuskan misalnya Rp 20 trilun, siapin duitnya. Kalau tidak bisa bayar setahun ya dibayar dua tahun,” ujar Wali Kota Solo dua periode 2005-2015 ini.

    Apabila anggaran daerah tidak kuat membiayai, lanjut dia, bisa memanggil investor. “Investor antre kalau kaya begitu. Dengan catatan harus dikawal, jangan dibiarkan. Kalau dibiarkan nanti tidak jadi,” kata Jokowi. “Kalau ada persoalan di lapangan diselesaikan, dibantu investor.”

    Seperti yang pernah dilakukannya di Solo, Jokowi turun langsung ke lapangan setiap hari untuk mengecek perkembangan pembangunan yang digarap pemerintah Surakarta, baik yang bekerja sama dengan investor maupun sendiri. “Masalah utama, harus terjun sendiri. Jangan di belakang meja, itu tidak bisa,” kata peraih penghargaan Kepeloporan dan Inovasi dari Presiden RI tahun 2010 ini.

    Jokowi yang disebut-sebut sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menilai persoalan di setiap kota sama sehingga pendekatannya hampir sama. Namun, mengenai pencalonan itu, pengusaha mebel asal Surakarta itu mengaku masih harus melakukan kalkulasi terlebih dulu.

    RINA WIDIASTUTI

    Berita lain:
    Wawancara Majalah Tempo dengan Jokowi
    Jokowi: Dahlan Belum Tahu Rencana Bisnis Esemka
    Ini Hasil Tes Drive GEA oleh Dahlan Iskan 
    Hatta Rajasa Agak Kikuk dengan Mobil Esemka
    Jokowi Jengkel Juga Kiat Esemka Dicibir
    Giliran Foke Sindir Jokowi di Depan Warga Jakarta
    Ini Spek Mobil Esemka Jokowi
    Mengapa Jokowi Rela Jadi Sales Esemka?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.