Tol Tangerang-Merak Masih Tersendat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga Desa Undar-andir,  Ciujung, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (15/1) mengungsi ke Jalan tol Jakarta-Merak di KM-56. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciujung. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Ratusan warga Desa Undar-andir, Ciujung, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (15/1) mengungsi ke Jalan tol Jakarta-Merak di KM-56. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciujung. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Tangerang - Kondisi tol Tangerang-Merak sejak semalam sudah bisa dilalui kendaraan. Namun, arus lalu lintas berjalan merayap karena badan jalan masih tergenang air.

    Senin pagi ini, 16 Desember 2011, antrean kendaraan dari arah Jakarta terlihat mencapai 3 kilometer. Begitu juga untuk kendaraan yang datang dari arah Merak. ”Ini disebabkan karena sopir memeperlambat laju kendaraan saat melewati jalan  yang terendam," kata juru bicara pengelola tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandala Sakti, Indra Wijaya.

    Selain adanya genangan air, sebagian bahu jalan juga digunakan oleh warga untuk mengungsi. Karena itu, sopir tidak berani memacu kencang kendaraan karena banyak pengungsi.

    Para pengungsi yang berasal dari Kecamatan Kragilan, Serang, Banten memenuhi bahu jalan di KM 57, KM57,5 dan KM 57.00. Sementara titik genangan air hingga pagi ini masih terjadi di KM 57.00 hingga KM 59.50.

    Antrean kendaraan dari arah Jakarta mulai terlihat di KM 56. Sementara dari arah Merak antrean kendaraan mulai di KM 62. Posisi kendaraan saat ini, menurut Indra, padat merayap untuk jalur arah Jakarta maupun arah Serang. Siang nanti, kata dia, Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Serang berencana memindahkan para pengungsi ke lokasi yang lebih aman.

    Meluapnya Sungai Ciujung telah merendam tol Tangerang-Merak setinggi 1-2 meter sejak Ahad, 15 Januari 2012. Ruas yang terendam sepanjang 1 kilometer dari KM 57-KM58. Banjir ini sempat melumpuhkan jalur utama Banten-Jakarta sepanjang hari kemarin.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.