150 Rumah Hangus di Pademangan, 1 Tewas, 4 Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kebakaran (rft.be)

    Ilustrasi Kebakaran (rft.be)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran kembali melanda sebuah permukiman padat penduduk di Jakarta Utara, Sabtu dinihari, 21 Januari 2012. Kali ini sebanyak 150 rumah di RT 01 RW 02 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, dilalap si jago merah.

    "Api dilaporkan mulai berkobar jam 23.30 dan baru padam jam 03.50 dinihari tadi," kata Jauhari, seorang operator Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, saat dihubungi, Sabtu.

    Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas, Kastri, 70 tahun, dan empat orang lainnya mengalami luka-luka, yakni Musa, 44 tahun, Dani, 38 tahun, Erda (30), dan Tri (20). Menurut Jauhari, jenazah korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum. Sementara empat korban luka dibawa ke Rumah Sakit Sulianti Saroso yang tak jauh dari lokasi.

    Banyaknya korban, kata Jauhari, kemungkinan karena warga sedang tidur saat api menyala. Selain itu, di permukiman ini, rumah-rumah dibangun berdempetan sehingga menyulitkan jalur evakuasi. "Yang ada gang-gang senggol semua," ujarnya.

    Untuk memadamkan api, petugas mengerahkan 25 mobil pemadam kebakaran. Rinciannya, 14 unit milik Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, enam unit merupakan bantuan dari Kantor Dinas DKI Jakarta, sementara lima unit lain didatangkan dari Jakarta Barat.

    Jauhari menambahkan, petugas sempat mengalami kesulitan memadamkan api sebab sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan rumah semi-permanen dari material kayu.

    Sebelumnya, tepat sepekan lalu, api juga menghanguskan sekitar 200 rumah petak di Blok E, RT 09 RW 04 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Lokasinya hanya berjarak sekitar 200 meter dari permukiman yang terbakar dinihari tadi. Pada saat itu, seorang nenek bernama Suharni, 75 tahun, tewas mengenaskan.

    PINGIT ARIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.