Sopir Xenia Maut dan Kawannya Positif Memakai Sabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil Xenia ringsek setelah menabrak 12 orang dan menewaskan 9 orang di Jalan M Ridwan, dekat Patung Tani, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. (Dok Tempo)

    Sebuah mobil Xenia ringsek setelah menabrak 12 orang dan menewaskan 9 orang di Jalan M Ridwan, dekat Patung Tani, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. (Dok Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengumumkan hasil tes darah dan urine terhadap pengemudi Daihatsu Xenia B 2479 XI, Afriani Susanti, 29 tahun, dan ketiga kawannya, yaitu Arisendi, 34 tahun; Deny M, 30 tahun, dan Adistina, 26 tahun. Hasilnya, baik Afriani, si sopir Xenia maut, dan ketiga kawannya positif memakai sabu-sabu.

    "Hasil uji urine terbukti memakai ekstasi jenis sabu. Semuanya memakai," kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Senin, 23 Januari 2012.

    Seperti diketahui, mobil Daihatsu Xenia yang disopiri Afriani melaju kencang dan menghantam pejalan kaki di trotoar dan halte di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Mobil baru berhenti setelah menabrak halaman kantor Kementerian Perdagangan.

    Akibat tabrakan maut itu, sembilan orang tewas, dan tiga terluka. Para korban itu mayoritas adalah warga yang baru saja pulang berolahraga di Monas. Sembilan orang yang tewas yakni Moch Hudzaifah al Ujay, 16 tahun, Firmansyah (21), Suyatmi (51), Yusuf Sigit (16), Ari (2,5), Nanik Riyanti (25), Fifit Alfia Fitriasih (18), Wawan (17) dan Indra (11). Sementara empat orang luka yakni Siti Mukaromah (30), Keny (8), dan Teguh Hadi Purnomo (30).

    Menurut Rikwanto, Afriani  menyetir melebihi batas maksimum kecepatan di daerah itu.  Karenanya, sangat masuk akal pengemudi hilang konsentrasi dan tak bisa mengendalikan kendaran saat oleng.

    Akibatnya, Afriani menabrak pejalan kaki yang berada di trotoar dan halte kemudian baru berhenti setelah memasuki halaman kantor Kementerian Perdagangan. "Menghantam beberapa pejalan kaki, halte busway, pembatas besi, beton, dan masuk ke halaman Kementerian perdagangan" ujarnya.

    Hasil penyidikan sementara, ditemukan indikasi Afriani tidak mengantongi SIM dan STNK. Penyidik akan mendalami keterangan Afriani yang mengaku tidak membawa dokumen kendaraan karena sedang  diperpanjang. Polisi juga akan memeriksa kelengkapan  surat kendaraan Afriani melalui Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya.

    Afriani dianggap melanggar sejumlah ketentuan hukum, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009 soal Lalulintas dan Angkutan Darat Pasal 283 UU tentang mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar atau terganggu konsentrasinya. Lalu Pasal 287 ayat 5 tentang pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara.  Terakhir Pasal 310 ayat 1-4 mengenai orang atau kendaraan yang mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan mulai dari luka ringan hingga meninggal dunia.  Ancamannya, enam tahun penjara.

    SUNDARI

    Berita Terkait
    Kecepatan Xenia 'Maut' Diduga di Atas 70 KM/Jam 
    Setelah Dites, Rem Xenia 'Maut" Berfungsi Baik 
    Video Tabrakan Maut Xenia Beredar di Internet
    Empat Korban Kecelakaan Maut Xenia Satu Keluarga
    Satu Korban Kecelakaan Maut Xenia Hamil 3 Bulan 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.