Bandul Beton Kedua Jalur Jakarta-Cikarang Dipasang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bola besi yang akan di pasang untuk menghalangi penumpang menaiki atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). Setelah akan mengancam akan menghukumpidanakan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mencoba cara baru dengan memasang penghalang berupa bola besi untuk meminimalisir penumpang bandel yang naik di atap gerbong. TEMPO/Tony Hartawan

    Bola besi yang akan di pasang untuk menghalangi penumpang menaiki atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). Setelah akan mengancam akan menghukumpidanakan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mencoba cara baru dengan memasang penghalang berupa bola besi untuk meminimalisir penumpang bandel yang naik di atap gerbong. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bekasi - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memasang bola-bola beton kedua di jalur kereta Jakarta-Cikarang, Selasa, 24 Januari 2012. Pemasang bandul beton di dekat Stasiun Cikarang, kilometer 43, berfungsi menghalau penumpang nakal yang gemar naik ke atap kereta.

    Kepala Penertiban Daerah Operasi I PT KAI Ahmad Sujadi mengatakan pemasangan bandul tetap dilakukan meski banyak pihak yang mengkritik hal tersebut melanggar hak asasi. "Pemasang bola beton ini lanjutan dari pekerjaan bola beton yang dipasang di Kota Bekasi," kata Ahmad kepada wartawan saat pemasangan bandul beton di Cikarang.

    Ahmad menganggap pemasang bandul beton efektif mengurangi angka penumpang nakal. Apalagi jarak bandul dengan atap kereta hanya 15 sentimeter, sehingga tak ada ruang penumpang nakal menghindar.

    PT KAI telah lebih dulu memasang bandul beton selepas Stasiun Besar Kota Bekasi di kilometer 27.900. Bandul beton dipasang berjarak 25 sentimeter.

    Sebelumnya Kepala Stasiun Besar Kota Bekasi Eman Sulaeman mengatakan bandul beton akan ditambah karena penumpang nakal tetap naik di atap kereta. Penumpang tersebut nangkring di atap gerbong setelah kereta melewati bandul dengan cara memanjat melalui jendela. "Titik bandul harus diperbanyak, sehingga membuat mereka takut naik atap kereta," katanya.

    HAMLUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.