Pascademo, Investor Ancam Hengkang dari Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Koordinator Buruh Bekasi Bergerak Obon Tabroni, aksi buruh merupakan kekecewaan terhadap Apindo dan PTUN Bandung. TEMPO/Agung Pambudhy

    Menurut Koordinator Buruh Bekasi Bergerak Obon Tabroni, aksi buruh merupakan kekecewaan terhadap Apindo dan PTUN Bandung. TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Bekasi - Setelah aksi demonstrasi besar-besaran puluhan ribu buruh yang melumpuhkan tujuh kawasan industri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini Pemerintah Daerah Bekasi punya tugas berat menahan investor agar tak kabur ke luar negeri.

    Menurut Sekretaris Umum Forum Investor Bekasi Handoyo Budhisedjati, demonstrasi yang melibatkan sekitar 80 ribu buruh Jumat pekan lalu sangat merugikan pengusaha industri.

    Jika peristiwa serupa berpotensi terulang dan belum ada jaminan dunia usaha tak terganggu, tak aneh jika pengusaha mulai melirik tempat lain. "Saya pun misalnya kalau suasana terus seperti ini, saya akan berpikir sama (keluar)," kata Handoyo kepada Tempo, Senin, 30 Januari 2012.

    Namun, kabur dari Bekasi bukanlah pilihan bagus. Maka, semua pihak, baik serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah, kata Handoyo, harus bisa menahan investor agar tak kabur. "Itu tugas kita bersama," katanya.

    Sebelumnya, dalam acara jumpa pers dengan Serikat Buruh di Ejip Center dua pekan lalu, Handoyo menyampaikan perusahaan yang dipimpinnya, PT Keramik Industri, rugi sampai Rp 7 miliar per hari akibat demonstrasi. "Bayangkan kalau dihitung kerugian seluruhnya dari sekitar 4.600 perusahaan," katanya.

    Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi Woeryono, mengatakan tak terlalu memusingkan investor yang hendak kabur. Yang menjadi masalah, kata dia, invesor baru yang akan masuk ke Bekasi pada akhirnya menahan diri. "Tak sedikit mau masuk, tetapi batal karena masalah ketenagakerjaan," katanya.

    Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar juga telah menyampaikan demonstrasi buruh telah membuat sejumlah investor asing pergi, di antaranya investor dari Jepang dan Korea.

    Koordinator Buruh Bekasi Bergerak Obon Tabroni mengatakan demonstrasi hanyalah alat untuk mereka menuntut haknya.

    Menurut Obon, buruh di Bekasi layak mendapat upah bagus karena kinerja mereka juga bagus dan loyalitas terhadap perusahaan juga tinggi. "Saya membandingkan buruh di sini dengan buruh di Cina. Tak kalah bagus kok produktivitas buruh di sini," katanya.

    HAMLUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.