Jari Putus, Motor Marimin Dibawa Kabur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    Ilustrasi: TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Marimin, 38 tahun, masih terbaring lemah di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Sulianti Saroso. Lengan kiri hingga ujung jarinya masih terbungkus perban. Jari telunjuk, jari tengah, dan jari manisnya putus disabet perampok yang merampas sepeda motornya.

    Beruntung, dokter berhasil menyambung ketiga jari itu. "Alhamdulillah, besok sudah boleh pulang," kata Rusmini, istri Marimin, Senin 30 Januari 2012.

    Peristiwa nahas itu menimpa Marimin Sabtu 28 Januari 2012 lalu. Saat itu, ia mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Muara Angke, Penjaringan, menuju tempat kerjanya di Depo Pertamina, Plumpang.

    Sekitar pukul 04.30, di Jalan Lodan, tepatnya di kolong tol Tanjung Priok, tiba-tiba sepeda motornya dihadang sepeda motor hingga terjatuh. Dengan cepat, muncullah sepeda motor kedua di sampingnya. Penumpang sepeda motor kedua inilah yang diingat Marimin langsung menyabet tangannya.

    Tak puas memotong tiga jari Marimin, pelaku mengayunkan lagi goloknya ke dada Marimin. Luka memanjang 7 sentimeter ditorehkan di dada kiri Marimin. "Selain itu ada satu sepeda motor lain, sepertinya berjaga di belakang saya. Pelakunya enam orang," kata Marimin.

    Kesakitan, sopir mobil tangki minyak ini mengaku sama sekali tak sempat melawan. Sepeda motor Honda Vario CBS B 6559 UNH yang baru lunas setelah dua tahun dicicilnya pun lepas.

    Sendiri di pagi yang masih gelap itu, Marimin susah mendapat pertolongan. Setelah berjalan sejenak dari lokasi, seorang sopir truk LPG pun menolong dan membawanya ke rumah sakit. "Untung tak sampai sejam sampai, jadi masih bisa disambung," ujarnya.

    Marimin yakin perampasan sepeda motornya itu sudah direncanakan. Pasalnya, saat melakukan aksinya, tiap personel tampak telah siap di posisi masing-masing. Selain itu, mereka pun cukup berani dengan tak memakai topeng atau helm saat beroperasi. "Kelihatannya masih muda-muda, mungkin 20-an tahun," ujarnya.

    Telah enam tahun melalui jalur tersebut, Marimin mengaku sering mendengar bahwa Jalan Lodan merupakan daerah rawan kejahatan. "Sulitnya, kami warga biasa ini mau bawa senjata buat bela diri juga tidak boleh kan," tutur bapak satu anak ini.

    Sementara itu aparat kepolisian belum dapat dimintai keterangan soal kasus perampasan Marimin. Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Pademangan Jakarta Utara Ajun Komisaris Bungin Misalayuk belum bersedia menjawab telepon.

    Pertanyaan yang dikirim melalui pesan pendek, dibalasnya singkat, "Maaf, saya sementara sedang rapat."

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.