Ibu Afriyani Susanti Masih Syok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi Xenia ditahan polisi setelah menabrak 12 orang dan menewaskan 9 orang di Jalan M Ridwan, dekat Patung Tani, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. (Dok Tempo)

    Seorang pengemudi Xenia ditahan polisi setelah menabrak 12 orang dan menewaskan 9 orang di Jalan M Ridwan, dekat Patung Tani, Jakarta Pusat, Minggu 22 Januari 2012. (Dok Tempo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi Yurneli, ibunda Afriyani Susanti, tersangka penabrak pejalan kaki di dekat Tugu Tani, Jakarta, pada 22 Januari 2012 lalu, masih terguncang. Keterangan ini diperoleh Tempo pada Selasa 31 Januari 2012 pagi dari pengakuan tetangga sekitar rumah keluarga Afriyani di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    "Kasihan sekali ibunya, masih syok dan tidak berhenti menangis. Bahkan pingsan berkali-kali," kata Arthur, tetangga seberang rumah Afriyani.

    Wesley, tetangga lain, menuturkan setelah tujuh hari usai kecelakaan tak banyak tetangga yang berkunjung untuk mengucapkan simpati ke rumah keluarga itu. "Hanya waktu pengajian, tapi setelah itu kami tidak berani datang. Takut mengganggu," ujarnya.

    Kediaman Afriyani tampak sepi saat dikunjungi pagi tadi. Jendela dan pintu rumah dua tingkat bercat putih yang juga berpagar putih itu tertutup rapat. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang menampakkan diri.

    Wesley menambahkan beberapa hari ini kedatangan wartawan peliput mulai berkurang. "Kemarin-kemarin memang ramai, tapi sekarang sepi," katanya.

    Afriyani Susanti, 29 tahun, pengendara Xenia yang menyeruduk pejalan kaki hingga menewaskan 9 orang di dekat Tugu Tani, Jakarta, ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Ia dianggap mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh obat-obatan terlarang, tanpa SIM dan STNK. (Baca: Berkas Pemeriksaan Afriyani Hampir Rampung)

    Kejadian ini memicu sejumlah warga sekitar lokasi kecelakaan mendatangi Badan Narkotika Nasional (BNN). (Baca: Warga Sekitar Kecelakaan Maut Xenia Demo BNN).

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita Terkait
    Penumpang Xenia Maut Ajak Afriyani Naik Taksi

    Sopir Xenia Maut Cs Diperiksakan ke RSKO

    Kasus Xenia Maut, Polisi Panggil Saksi Ahli

    Polisi Masih Selidiki Pesta Narkoba di Borobudur
    Pemilik Xenia Maut Harus Bertanggung Jawab
    Sopir Xenia Maut Cs Beli Ekstasi Kualitas Jelek
    Kata Saksi Mata: Salip Kopaja, Xenia Maut Jalan Zig-Zag
    Menu 'Dugem' Pengemudi Xenia Maut Cs


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.