Korban Pohon Tumbang Akhirnya Terima Santunan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pohon tumbang di Jembatan Dukuh Atas, akibat hujan badai melanda Jakarta pada Kamis (5/1). TEMPO/Bambang Harymurti

    Pohon tumbang di Jembatan Dukuh Atas, akibat hujan badai melanda Jakarta pada Kamis (5/1). TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ivan Peranginangin, 25 tahun, seorang korban pohon tumbang akhirnya menerima santunan. "Uangnya sudah diambil ibu saya tanggal 1 Februari," ujar Ivan ketika dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Februari 2012.

    Ia mengatakan, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 selaku pihak asuransi yang ditunjuk Dinas Pertamanan dan Pemakaman memberikan dana Rp 9,5 juta. Sebelumnya, kata dia, pihak asuransi menjanjikan dana maksimal Rp 10 juta karena biaya perbaikan sedan miliknya sekitar Rp 10,3 juta.

    Seperti diberitakan, pada 5 Januari lalu, mobil sedan BMW seri 318i keluaran 2001 miliknya tertimpa ranting pohon yang cukup besar saat hujan deras serta angin kencang di Jakarta. Mobil Ivan mengalami kerusakan di bagian atap serta rangka. Menurut warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, itu, bagian atap serta rangka sebelah kiri dan kanan mobilnya ringsek. Di samping itu, plafon mobil sedan tersebut pun ikut lepas.

    Sementara itu, korban lainnya adalah Arum Natalie Ratna, 20 tahun, yang diduga tewas karena menghindari pohon tumbang di dekat Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

    Meski demikian, Ivan mengaku ibunya tidak mempermasalahkan hal tersebut. "Sudah lumayan sekali bisa terima ganti rugi Rp 9.500.000," kata Ivan. Menurut Ivan, orang tuanya juga menilai pelayanan dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman serta pihak asuransi sudah memuaskan.

    Sekarang, keluarga Ivan tinggal menunggu perbaikan mobilnya di bengkel, yang memakan waktu sepuluh hari. Sedangkan Ivan harus kembali ke Melbourne, Australia, pada akhir bulan lalu untuk melanjutkan studinya.

    MARIA YUNIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.