Pilot Nyabu Diduga untuk Atasi Kantuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepri. ANTARA/Henky Mohari

    Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepri. ANTARA/Henky Mohari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilot maskapai penerbangan Lion Air berinisial SS, yang ditangkap di Surabaya dinihari, diduga mengkonsumsi sabu untuk menghapus rasa kantuk. Dokter RS Bhayangkara Polri yang biasa menangani pasien pengguna narkoba, Aisyah Dahlan, memberikan penjelasan. “Sekali mengkonsumsi sabu, bisa terjaga hingga 24 jam,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 4 Februari 2012.

    Seperti diberitakan, SS, 44 tahun, ditangkap sekitar pukul 03.30 WIB di Hotel Garden Palace, Surabaya, kamar 2109. “Pengguna sabu kebanyakan para pekerja malam. Jadi kemungkinannya pilot yang nyabu itu tujuannya supaya tidak mengantuk,” ujar Aisyah.

    Menurut dia, sabu tergolong obat-obatan terlarang yang bersifat stimulan. Selain dapat menghilangkan kantuk, sabu juga dapat mengurangi rasa cemas. “Bisa jadi kan karena dia pilot, ada rasa kepercayaan diri tinggi ketika menerbangkan pesawat setelah memakai sabu,” katanya.

    SS, 44 tahun, yang berdomisili di Tangerang ini dijadwalkan menerbangkan pesawat tujuan Surabaya–Makassar–Balikpapan–Surabaya pada pukul 06.00, Sabtu ini.

    Dua tahun terakhir, dua pilot dari maskapai Lion Air tertangkap tangan tengah mengkonsumsi narkoba. Pada 2011, petugas menangkap Moh. Nasri dengan barang bukti pil ekstasi dan sabu. Pertengahan bulan lalu, pilot Hanum Adhyaksa ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional ketika pesta sabu di Grand Clarion Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara