Cuaca Sudah Aman bagi Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menuruni perahu motor yang merapat di dermaga kampung Nelayan Penjaringan, Jakarta, Jum'at (29/12). TEMPO/Tony Hartawan

    Warga menuruni perahu motor yang merapat di dermaga kampung Nelayan Penjaringan, Jakarta, Jum'at (29/12). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub-Bidang Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary T. Djatmiko, menyatakan para nelayan di wilayah perairan Jakarta sudah aman untuk melaut. "Sekarang tinggi gelombang berkisar 0,25 sampai 1 meter," kata Hary ketika dihubungi Tempo, Senin, 6 Januari 2012.

    Hary menuturkan para nelayan dengan sendirinya telah mengetahui mereka aman untuk melaut. Ia mengungkapkan pasang air laut mencapai ketinggian maksimal pada 4 sampai 5 Februari 2012. Untuk saat ini pun, kata Hary, perairan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, aman.

    Lebih lanjut Hary menjelaskan perbedaan gelombang serta pasang air laut. Gelombang, menurut Hary, mendapatkan pengaruh dari kecepatan angin. Sedangkan pasang air laut dipengaruhi oleh faktor astronomi, seperti bulan purnama.

    Meski gelombang air laut di wilayah perairan lainnya masih tinggi, hal itu tidak mempengaruhi kondisi perairan Jakarta. Hary menuturkan saat ini angin di perairan utara khatulistiwa umumnya bertiup dari timur laut sampai barat. Sedangkan di selatan khatulistiwa angin bertiup dari arah timur sampai barat dengan kecepatan antara 3 hingga 25 knot.

    Karena itu, kata Hary, ada peluang munculnya awan disertai hujan dan badai guntur. Kawasan yang terkena hujan dan badai guntur di antaranya Laut Natuna, perairan Aceh, perairan Sumatera Utara, perairan Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, perairan Kepulauan Bangka Belitung, perairan Sumatera Selatan, Perairan Lampung, Selat Karimata, Perairan Kalimantan bagian Barat, Selat Sunda, juga Laut Jawa.

    MARIA YUNIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.