14 Tewas Akibat Tabrakan Maut Cisarua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan proses evakuasi Bus Karunia Bhakti yang kecelakaan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2). TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Warga menyaksikan proses evakuasi Bus Karunia Bhakti yang kecelakaan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2). TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO , Jakarta : Sedikitnya 14 orang tewas dan 42 lainnya luka dalam peristiwa tabrakan maut bus Karunia Bhakti Nomor Polisi Z 1795 DA di Jalan Raya Puncak, depan Pasar Festival Cisarua, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat pukul 18.40.

    Sebanyak 12 jenazah dari korban tewas dibawa ke Rumah Sakit Gunawan Soroso Cisarua dan sisanya di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia, Bogor. Petugas mengevakuasi korban dibantu warga. "Data sementara korban tewas 14 orang dan puluhan luka-luka," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Putut Bayu Seno, di tempat kejadian, Jumat malam, 10 Januari 2012.

    Menurut saksi mata, Nana Supriatna, bus PO Karunia Bhakti melaju dari arah Puncak. Bus jurusan Garut-jakarta ini diduga mengalami rem blong dan dalam posisi oleng sebelum menghantam bus Doa Ibu jurusan Tasikmalaya-Jakarta.

    Sebelum terjun ke jurang, bus menabrak 12 kendaraan, yakni 5 motor, dua angkot, satu pikap Mitsubishi L-300, Toyota Avanza B 1536 FKB, dan Nissan Livina F 1472 HD. Selain itu, bus juga menghantam tiang listrik dan warung bakso lalu berhenti di tebing tembok.

    Indra, 21 tahun, saksi lainnya mengatakan, kondisi seluruh korban tewas dan luka berat sangat mengenaskan. Kebanyakan para korban tewas berasal kendaraan yang ditabrak bus dan sejumlah warga yang berada di warung serta pejalan kaki. Para korban kebanyakan terjepit badan bus.

    ARIHTA U SURBAKTI

    Berita Terkait
    Sopir Bus Kecelakaan Maut di Puncak Ikut Tewas

    Saksi Kecelakaan Maut di Puncak: 50 Orang Tewas

    Korban Tewas Tabrakan Beruntun Bogor Bertambah

    Kecelakaan Beruntun, Puncak Macet 6 Kilometer

    Kecelakaan Cianjur Sepuluh Orang Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.