Sopir Bus Maut Cisarua Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memperhatikan bus Doa Ibu yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, (10/2). Sebanyak 13 orang tewas dan 40 orang luka dalam kecelakaan bus yang melibatkan dua bus tujuh mobil dan lima motor serta menabrak pejalan kaki disekitarnya. ANTARA/Jafkhairi

    Warga memperhatikan bus Doa Ibu yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, (10/2). Sebanyak 13 orang tewas dan 40 orang luka dalam kecelakaan bus yang melibatkan dua bus tujuh mobil dan lima motor serta menabrak pejalan kaki disekitarnya. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Kepolisian Resor Bogor menangkap sopir bus Karunia Bakti yang sempat melarikan diri setelah kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak depan Pafesta Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 10 Februari 2012.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Syarif Zainal Abidin, Sabtu dini hari, 11 Februari 2012, mengatakan saat ini sudah menahan sopir tersebut. Menurut Syarif, berdasarkan keterangan beberapa saksi, sopir tersebut sempat melarikan diri.

    Syarif belum mau menyebutkan identitas sopir yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Daftar nama sudah ada. Sopir sudah diamankan," katanya.

    Syarif mengatakan polisi untuk sementara menetapkan satu tersangka dalam peristiwa kecelakaan. Tersangka adalah sopir bus Kurnia Bhakti yang sempat melarikan diri saat peristiwa terjadi.

    Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan 12 kendaraan terjadi Jumat pukul 18.40 WIB. Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

    Diduga karena rem blong bus menghantam bus Doa Ibu dan menabrak sejumlah kendaraan roda empat, roda dua, dan warung makan. Sebanyak 14 orang dinyatakan tewas dan 47 lainnya luka-luka.

    Korban meninggal dunia dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Cisarua, sedangkan sebagian korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Ciawi.

    ANTARA| TSE

    Berita Terkait
    Kecelakaan Beruntun, Puncak Macet 6 Kilometer

    Kecelakaan Cianjur Sepuluh Orang Tewas

    Tabrakan Beruntun di Puncak, Belasan Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.