Dokter Kandungan Diadili dalam Kasus Email  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Suhaib Salem

    REUTERS/Suhaib Salem

    TEMPO.CO, Tangerang - Pengadilan Negeri Tangerang mulai menyidangkan perkara surat elektronik (surel) dengan terdakwa dokter kandungan, dr. Ira Simatupang. Sidang berlangsung Senin, 13 Februari 2012 dipimpin ketua majelis hakim Ridwan Ramli.

    Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Putri Ayu Wulandari, Ira dinyatakan telah menyerang kehormatan atasannya melalui 867 surat elektronik (surel) atau email.

    Surel sebanyak itu dikirim kepada atasannya dr Bambang Gunawan dan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, dr J Makentur Mamahit, yang juga suami Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu.

    Email itu disebar pula kepada dr Joseph Talangi, kepala Radiologi, yang dituding dr Ira telah memperkosanya, serta kepada istrinya, dr Shierly Ivone, yang merupakan pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Email itu di antaranya juga pernah dikirim kepada Tempo pada 2010 lalu.

    "Terdakwa mengirimkan email tersebut melalui BlackBerry, melalui alamat email terdakwa dan ada juga melalui akun facebook," ujar jaksa Putri Ayu.

    Tulisan melalui surat elektronik itu dikirim dr Ira sejak 23 April-23 September 2010. Salah satu isi email tersebut tentang gunjingan kepada dr Bambang Gunawan.

    "Dokter Bambang Gunawan dan dokter Joseph Talangi  disebut terdakwa sebagai maniak seks serta tukang  kibul bin bohong. Sedangkan istri dokter Joseph disebut sebagai orang yang munafik," kata jaksa Putri.

    Jaksa mendakwa dr Ira dengan tiga pasal yakni pasal 45 ayat 1 Junto Pasal 27 ayat 3, UU RI 11/2008 tentang Informasi Teknologi Elektronik (ITE).

    Dakwaan kedua Pasal 310 ayat 2 KUHP, atau tentang penghinaan dengan sengaja menyerang kehormatan agar diketahui umum.

    Dan dakwaan ketiga Pasal 311 ayat 1 KUHP, tentang pencemaran tertulis, dituduhkan telah melakukan fitnah.

    Mendengar pembacaan dakwaan, terdakwa menangis. Hakim lalu bertanya kepada dr Ira apakah sudah jelas dengan dakwaan jaksa. Tidak menjawab, malah tangis Ira bertambah keras. Hakim Ramli pun meminta terdakwa menahan diri. "Tolong kendalikan diri Anda, sebab ini dalam persidangan," ujar Hakim Ramli.

    Penasihat hukum Ficky Fiher Achmad tetap meminta agar kliennya tidak ditahan. Ira hingga saat ini memang tidak ditahan. Jaksa mempertimbangkan karena dia harus praktek dan memiliki anak kecil.

    "Namun, yang pasti email itu ditulis lantaran serangkaian peristiwa yang menimpa klien kami. Kami akan buka nanti dalam eksepsi," ujar Fiher. Ira sendiri mengatakan demi menjalani persidangan dia libur praktek kedokteran.

    Melalui pesan pendek kepada Tempo, Ira menulis: “Sudah suratan takdir, aku yang bercita-cita ingin menjadi ahli onkologi ginekologi ahli kanker kandungan karena kecintaan aku akan ilmu pengetahuan dan keterampilan operasi kanker kandungan, dan bergelut ingin menemani perjuangan perempuan-perempuan yang sekarat dalam penderitaan kanker kandungan malah aku menjadi terdakwa dan harus menjalani persidangan."

    Ira mengakhiri pesannya dengan harapan, "semoga Allah memberikan semua indah pada waktunya," tutupnya.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.