Nur Mahmudi: Sehari Tanpa Nasi Tetap Jalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Depok Nurmahmudi Ismail. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Walikota Depok Nurmahmudi Ismail. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, menegaskan bahwa program One Day No Rice (satu hari tanpa nasi), pada Selasa, 21 Februari 2012 merupakan amanat nasional yang harus dijalankan. Ia tidak akan menghentikan program tersebut meski menerima kritikan dari berbagai pihak. Bahkan, Mahmudi berharap seluruh daerah juga melakukan program yang sama.

    "Jika ada yang bertanya apakah program ini akan dihentikan, maka jawabannya tidak. Ini adalah amanat Perpres juga," katanya kepada wartawan usai acara silaturahmi Gubernur Jawa Barat di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jum'at 17 Februari.

    Menurut Mahmudi, program tersebut harus dipertahankan untuk melindungi kesejahteraan bangsa tentang pangan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden No.22 Tahun 2009 tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan. Ia mengatakan tidak ada orang yang meninggal jika tidak makan nasi satu hari. Bahkan, ia mengaku pernah tidak makan nasi berturut-turut selama enam bulan. Menurut dia, masyarakat Indonesia sudah terlanjut ketagihan dengan nasi. Padahal, sejarah padi bukanlah berasal dari Indonesia.

    "Jadi jangan tolak One Day No Rice ," katanya. Mahmudi mengajak semua pihak untuk mengikuti program ini. Ia akan meninjau beberapa kantin di instansi pemerintahan kota Depok. "Hari Selasa makan pakai sayur dengan buah, sup, dan lauk-lauk yang normal, kalian akan tahu nikmatnya. Mudah-mudahan tahun ini semua restoran yang ada di Depok sudah menerapkannya."

    Program melatih masyarakat agar lebih cerdas memanfaatkan sumber pangan yang tersedia. Dampak positif dari program tersebut akan mengokohkan ketahanan pangan bagi Indonesia. "Ini bukan tidak mungkin. Kalau kita mengimplementasikannya dengan kesungguhan, kita akan berhasil," katanya.

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menanggapi baik program itu. Jabar sudah lebih dulu melakukan program serupa di kantin-kantin aparatur pemerintah. "Hari Rabu tidak makan nasi," katanya. Heryawan menjelaskan, program itu tidak melarang orang makan atau berjualan nasi. Tapi lebih baik mencoba untuk berjualan tanpa adanya nasi. "Terbukti mereka tetap hidup dan tidak ada masalah," katanya.

    ILHAM TIRTA

    Berita lain:
    Program Satu Hari tanpa Nasi di Depok Dikecam
    Wali Kota Depok Larang Kantin Jual Nasi
    Balihonya Dilempari Telur, Wali Kota Depok Enggan Komentar
    Rahasia di Ruang Ketua Fraksi Demokrat

    KPK Akui Pesan BBM Angie Berasal dari Rosa
    Polisi Sita VCD Porno dari Mujianto



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.