Pejalan Kaki Tegur Polisi yang Parkir di Trotoar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koalisi pejalan kaki melakukan aksi demontasi di depan Hotel Pullman kawasan MH Thamrin, Jakarta, Jum'at (3/2). TEMPO/ Agung Pambudhy

    Koalisi pejalan kaki melakukan aksi demontasi di depan Hotel Pullman kawasan MH Thamrin, Jakarta, Jum'at (3/2). TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengungkapkan, sore ini, Jumat, 17 Februari 2012, ia memergoki tiga polisi lalu lintas memarkir motor mereka di trotoar Jalan Jenderal Sudirman. Alfreg kecewa dengan hal ini.

    Menurutnya, hal itu mencerminkan sikap polisi yang melanggar aturan. "Penegak hukum yang tahu Undang-Undang Lalu Lintas saja melanggar aturan. Apalagi masyarakat awam," katanya, Jumat 17 Februari 2012.

    Harusnya, kata Alfred, para polisi lalu lintas itu parkir di area yang disediakan di halaman gedung perkantoran. "Kalau mereka parkir di gedung kan bayar," ujarnya mengacu pada Gedung Nugraha Santana.

    Melihat tindakan polisi tadi, Alfred mengajak mereka berdialog. Setelah Alfred memberi teguran, disaksikan para wartawan televisi yang membawa kamera, para polantas tadi mengalah. "Akhirnya mereka parkir di belakang gedung," ujar Alfred.

    Sore tadi sekira pukul 17.30 WIB, Alfred bersama 14 rekannya memang sedang menggelar aksi menghalau pemotor dari trotoar. Mereka membawa poster untuk mengingatkan pengendara motor agar tidak naik ke trotoar. Sikap pemotor mengokupasi trotoar, dia anggap melanggar hak pejalan kaki.

    ATMI PERTIWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.