Psikolog :Penusuk Anak SD Butuh Kasih Sayang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • childandteencounseling.com

    childandteencounseling.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa penusukan AMN, 13 tahun seorang siswa SD di Cinere, Depok terhadap temannya Syaiful Munif, 13 tahun, menimbulkan pertanyaan penyebab tindakan anak menjadi sangat brutal. Menurut, Psikolog Universitas Gajah Mada, Magda Bhinetty, mengatakan hal itu bisa disebabkan kurangnya kasih sayang dari orang tua terhadap anak. AMN diketahui tinggal hanya bersama kakaknya. "Ada sesuatu yang tidak didapat anak itu dari orang tuanya," ujar Magda kepada Tempo melalui sambungan telepon, Sabtu 18 Februari 2012.

    Magda menambahkan, di saat anak seusianya memperoleh uang jajan atau barang yang memenuhi kebutuhannya, AMN tidak mendapatkannya. Apabila seorang anak kurang kasih sayang orang tua tidak mendapat uang jajan, mungkin ia akan mencuri sesuatu. Magda menganggap kasus ini dekat dengan kondisi kemiskinan. "Tingkat kemiskinan dekat dengan kriminalitas," katanya.

    Situasi lingkungan kini yang sangat keras diyakini menyebabkan perubahan jiwa anak menjadi keras. "Kondisi itu ditambah dengan keadaan kemiskinan yang melilit anak itu," ujar Magda.

    Psikolog dari UGM ini menyarankan, anak yang melakukan tindakan kekerasan perlu diberikan kasih sayang pembelajaran,dan kesempatan untuk berubah menjadi baik ke depannya. "Apabila dipenjarakan hanya akan mematikan masa depannya," tegas Magda. Harus ada penalti dengan efek jera yang diberikan kepadanya. Tapi tidak membuat si anak merasa dihukum.

    Tetangga korban bernama Sutopo, 42 tahun, mengatakan bahwa pelaku tinggal di Depok bersama kakaknya. Ia sendiri tidak begitu mengenal siapa kakak AMN. “Tapi kira-kira usianya 30-an tahun,” katanya. Menurut Sutopo, AMN baru setahun pindah dari Lampung ke Depok. “Masuknya baru pas kelas enam saja,” katanya.

    Kasus penusukan terjadi di daerah Puri Pesanggrahan 1, Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok, pada 17 Jumat 2012 pagi. Kejadian penusukan bermula pada Kamis, 16 Februari 2012, ketika AMN tidak terima Syaiful Munif meminta telefon seluler yang dicurinya untuk dikembalikan.  Keesokan harinya AMN menjemput Syaiful berangkat sekolah. Ternyata dalam perjalanan AMN  tega menusuk Syaiful dan membiarkan korban terkapar di got.

     
    INU KERTAPATI |ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.