Setelah Tabrak Transjakarta, Sopir Mayasari Kabur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta: Sopir bus Mayasari jurusan Kampung Rambutan-Kalideres melarikan diri setelah bus yang dikendarainya menabrak bus Transjakarta di koridor IX (Pluit -Pinang Ranti). Menurut Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Rahmat Dahlizar, sampai saat ini polisi belum mengetahui siapa nama sopir bus Mayasari itu. Sedangkan untuk jumlah korban, polisi mencatat jumlahnya sembilan orang. "Semuanya sudah kami rujuk ke rumah sakit terdekat," kata Rahmat, Ahad 19 Februari 2012.

    Rahmat mengatakan kecelakaan itu melibatkan bus Mayasari dengan nomor polisi B 7375 XA dengan bus Transjakarta bernomor polisi B 7261 IV. Saat itu bus Transjakarta sedang berhenti untuk menurunkan penumpang di halte Slipi Jaya. Pada saat bersamaan, bus Mayasari melaju kencang di jalur bus Transjakarta dari arah Palmerah. "Begitu melihat di depan ada Transjakarta, bus Mayasari menghindar lalu menabrak trotoar dan pagar taman," kata Rahmat.

    Wahidun, 57 tahun, sopir bajaj, mengatakan bus Mayasari berada di belakang bus Transjakarta atau dengan kata lain memakai busway. "Transjakarta-nya mengerem, Mayasari-nya banting stir untuk menghindari tabrakan," ujar Wahidun.

    Akhirnya, lanjut Wahidun, trotoar dan pagar pembatas jalan mengalami kerusakan akibat ditabrak oleh bus Mayasari yang saat itu melaju dengan kencang. Selain itu, bagian belakang Transjakarta pun mengalami kerusakan.

    Korban yang menderita luka-luka adalah penumpang bus Mayasari. Ia pun sempat membawa salah satu korban ke Rumah Sakit Patria di Palmerah. "Korban yang saya bawa tangannya terkilir," katanya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.