Ormas Sumbang Perilaku Kekerasan pada Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cheryl Ravelo

    REUTERS/Cheryl Ravelo

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi massa atau ormas yang sering menunjukkan sikap anarkistis ikut menyumbang perilaku kekerasan pada anak. Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait ketika membesuk korban penusukan temannya sendiri, Saiful Munif, 12 tahun, di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

    "Anak-anak itu seperti kertas putih," kata Arist. Ketua Komnas PA ini mengatakan, layaknya kertas yang bisa ditulis apa saja, anak-anak akan meniru perilaku di lingkungan sekitarnya. "Jika orang tua atau lingkungannya menunjukkan kekerasan, anak bisa saja mendaur ulang. Mereka belum bisa memilah yang benar maupun yang salah."

    Tidak hanya orang tua, bentrokan antar-ormas yang akhir-akhir ini sering terjadi juga ikut memberi andil perilaku anak. Apalagi, menurut Arist, anak yang kehilangan figur orang tua seperti Amn, 13 tahun, pelaku yang menusuk temannya sendiri dengan pisau dapur. Amn tidak mempunyai figur yang dapat dicontoh. Ayahnya sudah meninggal, sedangkan ibunya berada di Lampung.

    Arist mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari perilaku yang menunjukkan kekerasan. "Bertengkar mulut jangan di depan anak, apalagi pukul-pukulan," tutur Arist. Laki-laki berkacamata ini berharap semua elemen masyarakat bekerja sama memberikan contoh yang baik di depan anak-anak.

    SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.