Satu Lagi Korban Flu Burung Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprot desinfektan pada kandang ayam milik warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, Jawa  Timur, Jumat (17/2). ANTARA/Musyawir

    Petugas menyemprot desinfektan pada kandang ayam milik warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/2). ANTARA/Musyawir

    TEMPO.CO, Jakarta - Daftar korban virus H5N1 yang dikenal dengan flu burung bertambah dengan meninggalnya Kh, 19 tahun, seorang pembantu rumah tangga di Serpong, Tangerang Selatan. “Korban terakhir kasus flu burung adalah Kh. Ia PRT di Tangerang asal Kebumen,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) dr Rita Kusriastuti, MSc.

    Rita menjelaskan, sebelum meninggal, Kh sempat pulang kampung ke Kebumen. Setelah kembali ke Tangerang, pada 8 Februari 2012, timbul gejala demam, batuk, dan pilek. Kemudian 9 Februari 2012, gadis ini berobat ke dokter di klinik swasta dan akhirnya pada 12 Februari 2012 dirawat di RS Sari Asih, Karawaci, Tangerang. “Ia meninggal tanggal 13 Februari, namun ia dinyatakan positif terjangkit H5N1 tanggal 15 Februari,” kata Rita.

    Menurut Rita, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan, baik di Kebumen maupun di Tangerang. Hasil pemeriksaan tersebut menyebutkan bahwa Kh tidak bersentuhan dengan unggas yang terjangkit virus H5N1. Lingkungan di sekitar rumah Kh, baik di Kebumen dan di Tangerang, juga tidak ada unggas yang mati mendadak. Orang-orang terdekat Kh, seperti keluarga, juga telah diperiksa, namun tidak ada tanda-tanda ada yang terinfeksi virus tersebut. “Kami masih menyelidiki kasus ini karena penyebab Kh terjangkit masih belum jelas,” ujar Rita.

    Rilis Kementerian Kesehatan menyebutkan kemungkinan faktor risiko adalah kasus mengolah ayam sakit pada tanggal 4 Februari 2012 di kampung halamannya di Kebumen. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof dr Tjandra Yoga Aditama, selaku focal point International Health Regulation (IHR), telah menginformasikan kasus ini kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Dengan adanya kasus Kh, maka jumlah kasus korban flu burung menjadi tiga orang di tahun 2012. Sebelumnya, dua korban flu burung adalah pasangan paman dan keponakan PDY, 23 tahun, dan ASR, 5 tahun. PDY meninggal pada 7 Januari dan ASR meninggal pada 16 Januari 2012.

    Sementara itu, RO, 17 tahun, di Tangerang, yang sempat diduga terjangkit flu burung ternyata meninggal karena virus H1N1 pdm09.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.